-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, POLSEK KUBU BEKUK PEMUDA PENGEDAR NARKOBA JENIS SABU-SABU DI KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA, APARAT TNI DAN POLRI AMANKAN 12 KG NARKOBA JENIS SABU-SABU DI PERBATASAN , PENANGKAPAN INI BERDASAR LAPORAN MASYARAKAT, LURAH  BENUA MELAYU LAUT DALAMI ADUAN WARGA KEPADANYA TERKAIT DUGAAN SODOMI YANG DILAKUKAN SEORANG PERIA DI WILAYAHNYA, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Masjid Raya Mujahidin Tiadakan Sholat Ied, Ini Penjelasannya

Redaksi author photo
Ketua Dewan Masjid Indonesia Prov Kalbar, H Ria Norsan 

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Setelah dilakukan Rapat Pengurus Yayasan Mujahidin dan atas dasar Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji Pelaksanaan Sholat Ied di Masjid Raya Mujahidin Pontianak ditiadakan.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Kalbar, Ria Norsan  yang mengatakan bahwa jika ia selaku Ketua Dewan masjid Kalbar bersama seluruh Ormas Islam se-Kalbar ingin membuka masjid namun melalui surat edarannya, Gubernur Kalbar Sutarmidji meminta menutup kembali masjid termasuk kegiatan yang akan dilakukan di Masjid Mujahiddin Pontianak.

Hal ini dilakukan Gubernur akibat masih banyaknya wabah Covid-19 diseluruh kawasan sehingga kemudian Gubernur Kalbar Sutarmidji menginstruksikan seluruh Kepala Daerah di 14 Kabupaten/Kota melalui surat protokol Kesehatan untuk tidak melaksanakan sholat Idul Fitri dimasjid akibat masih banyaknya wabah Covid-19 diseluruh kawasan.

Ria Norsan menjelaskan, awalnya berdasarkan keputusan DMI bersama seluruh Ormas se-Kalbar membuka masjid  untuk melaksanakan kegiatan seperti semula dan itu setelah melalui pembahasan kesehatan.

DMI dan Ormas Se-Kalbar berharap masyarakat tetap memperhatikan tata cara ke masjid dengan memperhatikan protap yang harus dilakukan seperti menggunakan masker mencuci tangan termasuk membawa sajadah masing-masing ke masjid sehingga penularan covid-19 melalui jamaah yang datang ke masjid tidak menjadikan kasus terkonfirmasi semakin bertambah.

Namun setelah mendengar bahwa Gubernur Kalbar melalui surat protokol menginstruksikan agar seluruh kepala daerah untuk melaksanakan ibadah termasuk sholat Idul Fitri dirumah masing-masing.

"Maka Yayasan Mujahiddin kembali melakukan rapat dan atas perintah Gubernur Kalbar maka masjid kembali ditutup," pungkasnya. (tim liputan)

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini