-->

BREAKING NEWS

TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, USTAD MUSTAHAR,SPD.I TERPILIH SEBAGAI KETUA FORUM KOMUNIKASI PONDOK PESANTREN (FKPP) KABUPATEN KUBU RAYA PERIODE 2020 -2025 PADA MUSYAWARAH DAERAH FKPP KAB KUBU RAYA, SEORANG ANGGOTA SATLANTAS POLRESTA PONTIANAK DIKABARKAN LAKUKAN PELECEHAN SEX KEPADA SEORANG WARGA KARENA TIDAK BISA MEMBAYAR TILNG PELANGGARAN LALU LINTAS, KASUS INI MASIH DALAM PENYELIDIKAN APARAT, SATRESNARKOBA POLRES KUBU RAYA BEKUK TERSANGKA PENGEDAR NARKOBA DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP, TERSANGKA BERINISIAL DP DITANGKAP BERSAMA BARANG BUKTI NARKOBA JENIS SABU-SABU, PASANG IKLAN DI KALBARNEWS GAMPANG.....!!!!! HUB MARKETING KAMI DI : 085751103979 - 085245460919 ATAU EMAIL : redaksikalbarnews@gmail.com

Kadin Kalbar Serahkan Bantuan 250 Rapid Diagnostic Test Kepada Pemkab Kubu Raya

Redaksi author photo
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menerima bantuan 250 RDT dari Kadin Kalbar

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Mendukung upaya pencegahan wabah virus corona di Kabupaten Kubu Raya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalimantan Barat kembali menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. 

Kali ini sebanyak 250 unit alat diagnostik cepat (rapid diagnostic test) diserahkan perwakilan Kadin Kalbar kepada Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di kediaman bupati di Jalan Tanjungsari Pontianak Tenggara. Sebelumnya pada Rabu (29/4) Kadin juga menyerahkan bantuan kepada Pemkab Kubu Raya berupa 2.500 helai masker. 

“Kita menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian, dedikasi, dan komitmen para pengusaha yang tergabung di dalam Kamar Dagang dan Industri Kalimantan barat ini,” ujar Muda Mahendrawan seusai menerima bantuan. 

Muda mengatakan, bantuan berupa peralatan Rapid Diagnostic Test atau RDT sangat dibutuhkan. Sebab RDT sangat membantu dalam mengetahui siapa saja orang yang berpotensi menyebarkan virus corona.

“Rapid test adalah skrining awal sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring. Sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan agar jumlah kasus tidak semakin bertambah,” terangnya.
Ia menjelaskan, sensitivitas rapid test dapat mengidentifikasikan dengan cepat pasien pada tahap awal infeksi. Sehingga berpotensi membantu mengurangi penyebaran virus corona.

“Memberikan hasil dengan cepat memungkinkan kita untuk dengan cepat mendeteksi dan segera menindaklanjuti dengan isolasi atau karantina,” pungkasnya. (tim liputan)

Editor : Aan
Komentar Anda

Berita Terkini