KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Akademisi Kalimantan Barat sekaligus Ketua ICMI Kalbar, Prof. Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, M.Sc, QAM, IPU menilai 10 bulan 10 hari kepemimpinan Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Wakil Bupati Sukiryanto menunjukkan arah pembangunan yang lebih membumi dan mulai terasa langsung di lapangan. (15/1/2026).
Akademisi Kalimantan Barat sekaligus Ketua ICMI Kalbar, Prof. Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, M.Sc, QAM, IPU
Menurut Gusti Hardiansyah, meskipun masa kepemimpinan tersebut relatif singkat, sejumlah kebijakan awal sudah menunjukkan progres, terutama pada sektor infrastruktur dan layanan publik yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.
“Kalau kita lihat sebagai akademisi, arah pembangunan Kubu Raya di bawah kepemimpinan Pak Sujiwo dan Pak Sukiryanto ini terasa lebih membumi. Walaupun baru 10 bulan 10 hari, pergerakannya cukup cepat dan mulai dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menyoroti posisi strategis Kabupaten Kubu Raya sebagai daerah penyangga Kota Pontianak. Oleh karena itu, penguatan konektivitas wilayah menjadi kebutuhan utama. Dalam pandangannya, perbaikan akses jalan, pembukaan wilayah, serta peningkatan konektivitas antar-kecamatan mulai berjalan secara bertahap.
“Kubu Raya ini kawasan penyangga Pontianak. Maka konektivitas menjadi kunci. Kita lihat sekarang perbaikan akses dan pembukaan wilayah mulai berjalan, termasuk di daerah-daerah yang selama ini terasa terpinggirkan,” jelasnya.
Gusti Hardiansyah mencontohkan kondisi akses di beberapa wilayah seperti Sungai Raya Dalam hingga jalur menuju Sungai Kakap. Menurutnya, perubahan sudah mulai terlihat meskipun masih membutuhkan konsistensi kebijakan ke depan.
“Desa-desa yang dulu kalau dilewati terasa berat, sekarang mulai ada perbaikan. Ini tentu harus dijaga konsistensinya, karena infrastruktur dan layanan publik itu tidak bisa instan,” tegasnya.
Selain infrastruktur, ia juga menilai layanan publik di Kubu Raya mulai didorong agar lebih responsif dan kolaboratif. Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra pembangunan dinilainya menjadi poin penting dalam memperkuat pelayanan.
Pada sektor ekonomi rakyat, Gusti Hardiansyah melihat adanya perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan UMKM. Salah satu terobosan yang disorot adalah hadirnya pasar UMKM malam yang dinilai memberi ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha lokal.
“UMKM memang mendapat perhatian, walaupun tetap ada kritik. Tapi paling tidak ada upaya konkret, seperti pasar UMKM malam yang waktu itu juga dibuka oleh Wakil Gubernur. Itu bentuk keberpihakan yang nyata,” katanya.
Tak hanya UMKM, sektor pertanian lokal dan isu lingkungan juga menjadi perhatian dalam kepemimpinan saat ini. Ia menilai kesadaran terhadap penguatan pertanian lokal dan keberlanjutan lingkungan mulai masuk dalam agenda pembangunan daerah.
Namun demikian, Gusti Hardiansyah menegaskan bahwa tantangan terbesar ke depan adalah menjaga konsistensi kebijakan. Menurutnya, pembangunan yang dirasakan masyarakat tidak cukup hanya dengan terobosan awal, tetapi harus berkelanjutan.
“Dalam 10 bulan ini, yang paling dibutuhkan ke depan adalah konsistensi. Infrastruktur, layanan publik, ekonomi rakyat, dan lingkungan harus terus dijaga arah dan keberlanjutannya,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan