-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Pemkab Kubu Raya Terus Distribusikan Masker Kain Produksi Konveksi Masyarakat

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mendistribusikan masker kain untuk masyarakat. Hal itu seiring intensnya pembuatan masker yang dilakukan koperasi konveksi dan para penjahit mandiri di berbagai Desa di Kubu Raya.

Hingga kini, jumlah masker yang telah dibuat dan dibagikan nyaris menyentuh angka 36 ribu helai. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, warga Kubu Raya kini tak perlu panik terkait ketersediaan masker. Selain produksi dan distribusi yang masih terus berlangsung, masker juga dapat diperoleh secara cuma-cuma.

“Warga Kubu Raya tak perlu panik masker langka, sulit didapat, dan mahal harganya,” ujar Muda Mahendrawan di Sungai Raya.

Muda mengatakan, dari tangan para penjahit di Kubu Raya, telah dihasilkan sebanyak hampir 36 ribu masker. Masker-masker tersebut telah dibagikan melalui pesanan inisiatif desa-desa maupun Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. 

Kesemua masker telah dibagikan secara bertahap di berbagai tempat. Hingga kini produksi pun masih terus berlangsung secara massal. Baik oleh koperasi konveksi ibu-ibu binaan pemerintah kabupaten maupun penjahit-penjahit mandiri rumah tangga di berbagai desa.

“Kelebihan masker kain, selain bisa dibuat sendiri sehingga mencegah penularan, juga mudah dicuci dan digunakan kembali. Jadi tak perlu dibuang dan menjadi limbah sampah,” terangnya.

Muda mencontohkan, di sejumlah negara masyarakat memproduksi sendiri masker kain. Sehingga ketika terjadi wabah Covid-19 atau virus corona, tidak terjadi kepanikan yang bersifat massal. Bahkan dengan relatif cepat dapat melalui masa pandemi wabah dan melokalisasinya sehingga tak meluas.

“Ingat pengalaman negeri Jepang dengan budaya maskernya dan Republik Ceko dengan masifnya rakyat secara mandiri memakai masker kain yang dibuat sendiri. Sehingga kedua negara ini bisa tanpa ada kepanikan massal dan cepat melalui masa pandemi wabah Covid-19 dengan lebih cepat dan tak meluas,” tuturnya.

Muda melanjutkan, pembuatan masker secara massal juga dapat menggerakkan ekonomi warga. Di mana semua elemen bergerak membuat mulai ibu-ibu, para pemudi, hingga anak-anak yang ikut membantu.

“Ibarat sekali dayung banyak dampak karena pembuatan masker tetap menjaga kehidupan dan kegiatan ekonomi rumah tangga di desa-desa, sekaligus menghilangkan kepanikan warga karena sulit mendapatkan masker,” terangnya.

Lebih jauh Muda mengajak masyarakat untuk memandang masker sebagai bagian dari upaya hidup sehat. Caranya dengan menjadikan masker menjadi bagian dari cara berbusana sehari-hari.

“Ayo rakyat Kubu Raya, anggap masker menjadi bagian dari pakaian kita sehari-hari. Mulai kita tanamkan kebiasaan sehingga menjadi budaya ke anak-anak kita demi kondisi masa depan generasi yang lebih baik dari hari ini,” ajaknya. (tim liputan)

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini