BREAKING NEWS

MASJID RAYA MUJAHIDIN TIADAKAN SHOLAT IED BERDASARKAN HASIL RAPAT PENGURUS DAN SURAT EDARAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT, KODAM XII/TPR DUKUNG PUTUSAN PENGURUS MASJID RAYA MUJAHIDIN TIADAKAN SHOLAT IED SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PANDEMI COVID-19, DANREM 121/ABW PEDULI PELESTARIAN UDANG DAN IKAN TEBAR BIBIT DI SUNGAI PAWAN KETAPANG, WARGA TANGKAP PENCURI DI JL TRANS KALIMANTAN DAN HAKIMI PENCURI YANG TERTANGKAP TANGAN PUKUL 01:00 WIB DINI HARI

BBPOM Periksa dan Sita Obat Penyembuh Virus Covid-19 Temuan Warga Pontianak

Redaksi

Fachrul Lutfi Mantan Asisten Apoteker Warga Pontianak  Penemu Obat Penyembuh Virus Covid-19

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Kediaman Facrul Lutfi  Seorang mantan Asisten Apoteker yang mengaku berhasil menemukan Obat penyembuh penyakit akibat Virus Corona di Komplek Serasan Permai, Jalan Tanjung Raya II, Pontianak Timur didatangi Tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak dan menyita sejumlah bahan dan obat herbal yang dibuat Lutfi,  Rabu (15/04/2020). 

Tim dari BBPOM didampingi Dinas Kesehatan Kalbar dan Kepolisian mendatangi rumah mantan asisten apoteker penemu obat herbal Formav-D Facrul Lutfi sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah beberapa jam, petugas menyita dan membawa sekitar 10 dus obat dan bahan-bahannya dari kediaman yang bersangkutan.

Plt Kepala BBPOM di Pontianak Ketut Ayu Sarwetini mengungkapkan, pihaknya menyita sementara obat dan bahan-bahannya ini untuk kemudian memeriksa lebih lanjut. Terutama mengenai keamanan dari kandungan zat-zat di dalamnya.

“Informasi yang beredarPak Lutfi ini menemukan obat untuk virus Covid-19 menurut beliau banyak pasien yang sudah sembuh, tapi kebenaranya kan belum teruji ada pelaporan tentang hal ini kok dibiarkan apakah informasi itu benar,” ujar Ketut.

Ada laporan bahwa ada orang yang sudah mengonsumsi dan ternyata ada efek samping yang mengkhawatirkan menurut yang bersangkutan. 

“Minta tolong BPPOM agar memeriksa, isinya apa, keamanannya benar tidak,” terang Ketut Ayu Sarwetini..

Berdasarkan hal tersebut pihaknya datang ke kediaman pembuat obat tersebut. Sesuai Undang-undang Kesehatan apabila seseorang memproduksi dan mengedarkan apalagi meracik obat harusnya ada izin dari BBPOM. 

Pihak BBPOM akan mendalami lebih lanjut kandungam dari obat racikan yang diklaim bisa mengobati pasien Covid-19 itu. 

“Ini akan didalami dulu,akan kita periksa kandungan dalam ramuan obat ini” pungkasnya.

Sementara itu Facrul Lutfi sang Penemu Obat penyembuh Covid-19 ini mengaku sangat terbuka dengan pemeriksaan dari BBPOM. Terutama untuk memastikan obat tersebut berbahaya atau tidak dan ia pun memaklumi tugas dari BBPOM.

“Ya silakan diperiksa, memamg saya berharap ada uji khasiat dari obat yang saya ramu ini, masyarakat nanti akan bisa menilainya sendiri, pada dasarnya kalau kita tidak salah kita tidak perlu takut. Kecuali kita mamang mencampur bahan obat, berbahaya yang sangat membahayakan masyarakat,” katanya.

Lutfi mengatakan apa yang dilakukannya adalah semata-mata membantu masyarakat yang sedang menderita penyakit dan ketakutan yang amat sangat penyakitnya tidakj ada obatnya, lutfi juga menjelaskan bahwa ramuan obat yang dibuatnya semua berasal dari bahan alami dan bahanya ada disekitar kita.(ej)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini