BREAKING NEWS

MASJID RAYA MUJAHIDIN TIADAKAN SHOLAT IED BERDASARKAN HASIL RAPAT PENGURUS DAN SURAT EDARAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT, KODAM XII/TPR DUKUNG PUTUSAN PENGURUS MASJID RAYA MUJAHIDIN TIADAKAN SHOLAT IED SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PANDEMI COVID-19, DANREM 121/ABW PEDULI PELESTARIAN UDANG DAN IKAN TEBAR BIBIT DI SUNGAI PAWAN KETAPANG, WARGA TANGKAP PENCURI DI JL TRANS KALIMANTAN DAN HAKIMI PENCURI YANG TERTANGKAP TANGAN PUKUL 01:00 WIB DINI HARI

Wakil Bupati Kubu Raya Resmikan Pembangunan Gereja Bethel Indonesia

Redaksi
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat resmikan Pembangunan Gereja Bethel Indonesia di Sungai Raya Dalam

Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) – Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo meletakkan batu pertama pembangunan Gereja Bethel Indonesia Jemaat Getsemani di Kompleks Hosana Gracia Sungai Raya Dalam, Senin (24/02/2020).

Dalam sambutannya ia berharap pembangunan berjalan lancar hingga rampung sehingga jemaat dapat segera menggunakan gereja itu.

Dalam sambutanya Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo menuturkan, Kubu Raya punya heterogenitas yang tinggi. Baik etnis maupun agama. Terdapat enam etnis besar dan agama-agama yang diakui di Indonesia.

"Semua penganut agama tersebut memiliki hak yang sama. Sehingga kita harus mengayominya," ucapnya.


Sujiwo menyatakan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus melakukan pembinaan dan pengayoman terhadap seluruh elemen masyarakat di Kubu Raya. Termasuk dalam kehidupan umat beragama.

"Bukan hanya satu agama, tetapi semua agama. Saya ingin sampaikan, setelah proses peletakan pertama, diharapkan panitia datang ke pemerintah daerah, terutama berkaitan dengan anggaran," katanya.

Menurutnya, kegiatan pembangunan gereja sekaligus menjadi momentum untuk masyarakat berkomunikasi dengan pemerintah daerah, baik mengenai pembangunan dan sebagainya.

"Pemerintah daerah merupakan orang tua semuanya. Silakan koordinasi, apa yang menjadi permasalahan. Ini sangat penting dalam kemajuan daerah, terutama Kabupaten Kubu Raya," ujarnya.

Lebih jauh Sujiwo mengatakan, saat ini ada indikasi di mana ada kelompok tidak bertanggung jawab yang mulai merongrong Pancasila. Kelompok yang disebutnya intoleran itu dinilai sebagai ujian bagi persatuan dan eksistensi bangsa Indonesia.

"Saat ini bangsa kita sangat diuji. Bukan di tes tentara luar negeri, tetapi kelompok intoleran. Kelompok-kelompok itu memang ada. Tapi bagaimana kita tetap bersatu," ajaknya.

Pendeta sekaligus panitia pembangunan gereja, Frans Rogi, berterima kasih kepada pemerintah daerah dan semua pihak terkait atas dukungan dalam pembangunan gereja tersebut. Ia berharap pembangunan dapat segera selesai.

"Mudah-mudahan gereja ini selesai sesuai perencanaan dan cepat digunakan. Sekali lagi terima kasih banya gereja ini bisa terbangun," ucapnya. (sul/rio).

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini