-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Peringati Harlah NU Yang Ke 94, Ini Yang Dilakukan PMII IAIN Pontianak

Redaksi author photo


Pontianak (kalbarnews.co.id) – Peringati Hari Lahir Nahdatul Ulama yang usianya hampir satu abad tepatnya yang ke 94 tahun, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IAIN Pontianak Cabang Pontianak Raya mengadakan Rihlah dan Istighotsah Pergerakan yang berpusat di Halaman Makam Kesultanan Pontianak.

Acara yang bertujuan untuk memperingati Harlah  NU ini dihadiri oleh Seluruh rayon yang ada di ruang lingkup komisariat IAIN Pontianak. Meskipun cuaca di kota Pontianak sedang hujan, namun kader antusias mengikuti peringatan Harlah tersebut.

Ketua Komisariat PMII IAIN Pontianak, Abdul Aziz, tujuan PMII mengadakan peringatan harlah di Halaman Makam Kesultanan Pontianak adalah untuk memeperkenalkan mahasiswa akan budaya lokal serta agar mahasiswa mengenang para pendahulu yang telah berjuang di Kota Pontianak.

”peringatan harlah NU ini di Halaman Makam Kesultanan Pontianak bertujuan  untuk memeperkenalkan mahasiswa akan budaya lokal serta agar mahasiswa mengenang para pendahulu yang telah berjuang di Kota Pontianak, apalagi bertepatan di hari Jumat sekalian melakukan ziarah ziarah kubur” paparnya.

Acara ini diawali dengan Rihlah pergerakan yang dimulai dari Rumah Sekretariat PMII IAIN Pontianak menuju Tugu Khatulistiwa, tugu ini merupakan ikon Kota Pontianak karena kota ini dilewati oleh garis equator yang berada di tengah-tengah bumi.

Setelah melakukan Rihlah, Kemudian para ka kader berkunjung ke makam Sultan Abdurrahman, Di tempat ini kader PMII IAIN Pontianak melakukan rangkaian ritual seperti bertawasul kemudian membaca Yasin dan Tahlil serta Istighotsah.

“Kader PMII tidak boleh kehilangan amaliyah kultural ala NU, meskipun berusia muda harus meneruskan amaliyah tersebut dan jangan sampai hilang dari peradapan Islam Nusantara,” Imbuh Abdul Aziz

Di momentum Harlah NU yang usianya hampir satu abad ini kader PMII berharap dapat berkontribusi untuk kemajuan dan kedamaian negeri.

“Harapannya adalah dalam rangka  menyongsong satu abad NU semakin jaya dengan kontribusi Ekonomi Mandiri dan Islm yang rahmatan lil alamin,” pungkas Ketua Komisariat IAIN Pontianak. (Maulida)

Editor : Aan






Komentar Anda

Berita Terkini