-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Khawatir Membawa Virus Corona Kapal Asing Asal China Diperiksa Aparat Gabungan

Redaksi author photo
Kapal Asing Asal China yang diperiksa Aparat Gabungna yang Sandar di Pontianak

Pontianak (Kalbarnews.co.id)  – Polres Pontianak bekerjasama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, Karantina, dan juga Kantor Wilayah  Imigrasi memeriksa Kapal asing asal China yang pada Jumat (31/01/2020) malam lalu terpantau memasuki perairan Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Kemunculan kapal itu membuat warga khawatir akan penyebaran virus korona dari anak buah kapal (ABK), Polisi serta unsur terkait saat ini masih mendalami dan memeriksa dokumen serta memeriksa empat ABK guna mengantisipasi penyebaran virus korona. Kapal asing China.bernomor lambung 1530 ini diketahui datang dari Guangzhou, China.

Kapolres Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin mengatakan, polisi telah memeriksa kapal dan ABK berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, Karantina, dan juga dari Imigrasi.
Pihaknya juga sedang memeriksa kesehatan para ABK kapal yang dikhawatirkan membawa virus dari China, sebagaimana yang sempat viral di media sosial dan membuat resah masyarakat. Namun, dari hasil pemeriksaan sementara, keempat ABK ini dinyatakan sehat.
"SOP itu sudah dilakukan, diawali dari pemeriksaan karantina dan dinyatakan kondisi kapal dan empat ABK dari Guangzhou China dalam kondisi sehat, tidak sakit, sebagaimana yang dikhawatirkan kita berrsama," kata Komarudin.

Menurutnya, dari pemeriksaan Imigrasi, dipastikan keempat ABK memiliki paspor. Pihaknya tinggal memeriksa dokumen yang akan dilakukan KSOP dan Bea Cukai.
Instansi terkait saat ini masih memeriksa kapal termasuk dokumen serta tes kesehatan. Bahkan, kapal dan empat ABK tersebut dilarang melakukan aktivitas saat masih pemeriksaan.
“Kami juga masih mendalami tujuan mereka. Sementara katanya akan ke Pontianak, namun ini masih kami dalami, dokumen itu akan ke siapa,” tuturnya.(tim liputan)
Editor : Aan


Komentar Anda

Berita Terkini