-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Gubernur Kalbar Dampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Ungkap Illegal Fishing

Redaksi author photo


Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) - Gubernur Kalbar H Sutarmidji dampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Eddy Prabowo pada acara Konferensi Pers Penangkapan Kapal Ilegal Fishing di Laut Natuna Utara bersama Menteri Kelautan dan Perikanan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Desa Sungai Rengas, Kamis (09/01/2020).

Gubernur Kalbar mengajak seluruh jajaran Pemerintah untuk bekerja dan menjaga kekayaan Laut Indonesia pada umumnya dan Provinsi Kalbar pada khususnya.

“Saya mengajak jajaran pemerintah untuk terus bekerja dan menjaga kekayaan laut kita,” ujar H Sutarmidji.

Saat ini, masih kata dia, nilai perolehan nelayan di Kalbar sudah diatas 100 persen bahkan pernah naik menjadi 120 persen.

“Kondisi ekonomi para nelayan harus bagus karena nilai tukar nelayan sudah 100 persen, kalau nilai tukar pertanian cuma 93 persen. Mudah-mudahan, nelayan kita sejahtera,” jelasnya.

Kemudian, sumber daya laut di Indonesia khususnya di Provinsi Kalbar yang paling besar ada di Kabupaten Kayong Utara.

Cuma sekarang ini, masalahnya tangkapan-tangkapan nilai ekonomis tidak begitu tinggi,” ujarnya.

Dikatakannya, Pemprov Kalbar akan terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat karena nelayan antar Provinsi langsung ditangani Kementerian Kelautan dan Perikanan agar prosesnya tidak perlu memerlukan izin lagi supaya ikan di Perairan Indonesia bisa dinikmati oleh para nelayan Indonesia.

“Kita sedang mengkaji Program kita agar kedepan, nelayan mengambil ikan, dan tidak lagi mencari ikan. Sekarang kan, masih ada nelayan yang tangkap ikan/cari ikan,” ujarnya. (tim liputan).

Editor : aan

Komentar Anda

Berita Terkini