-->

BREAKING NEWS

WARGA GG SAWIT JL ABDURAHMAN SALEH PONTIANAK TENGGARA DIHEBOHKAN DENGAN DUEL DUA ORANG YANG AKIBATKAN SALAH SATUNYA TEWAS DITEMPAT DENGAN LUKA TUSUKAN DI TUBUH KORBAN, WARGA BERHASIL AMANKAN PELAKU PENUSUKAN DAN LAPORKAN KE APARAT BERWAJIB, POLRESTA PONTIANAK AMANKAN TERSANGKA PENUSUKAN DAN BARANG BUKTI SEBILAH PISAU, DIDUGA KASUS PENUSUKAN KARENA KEKECEWAAN PELAKU TERHADAP KORBAN YANG MENJANJIKAN KERJAAN PROYEK, NAMUN WALAUPUN SUDAH SETORKAN SEJUMLAH UANG HINGGA KINI JANJI KERJAAN ITU TAK KUNJUNG ADA, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Persatuan Perawat Nasional Indonesia Siap Bantu Percepatan Desa Mandiri

Redaksi author photo
Kertua DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadilah saat berada di Pontianak

Pontianak (Kalbarnews.co.id) - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) siap membantu percepatan terwujudnya desa mandiri. Mewujudkan percepatan itu, PPNI bakal berkontribusi konkret memenuhi salah satu indikator desa mandiri pada dimensi kesehatan, yaitu penempatan satu tenaga perawat di tiap Desa.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah mengatakan bahwa pihaknya tengah serius mengembangkan proyek percontohan satu desa satu perawat, sebagai upaya membantu percepatan terwujudnya desa mandiri. Proyek yang mereka namai One Village One Ners (OVON) itu saat ini sedang dikembangkan di enam daerah di Lampung dan Sulawesi Tenggara dengan rata-rata delapan puluh orang perawat di masing-masing kabupaten/kota.

"Sudah ada pilot project yang sudah berjalan setahun lebih. Itu kami buat di enam kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara dan Lampung. Program OVON ini atas keprihatinan kita terhadap pelayanan kesehatan di desa karena tidak ada fasilitas layanan kesehatan, kan. Karena, Puskesmas biasanya hanya ada di kecamatan. Ada juga puskesmas pembantu (pustu) di tingkat desa, tetapi kan tidak semua desa punya pustu," katanya.

Harif mengklaim, program OVON ini disambut positif oleh Presiden Joko Widodo. PPNI dikatakan dia juga tengah intens menjajaki komunikasi dengan sejumlah kementerian teknis guna mendorong program OVON jadi program nasional.

Dirinya lantas membeberkan alasan pentingnya OVON jadi program nasional. Menurut dia, di samping membantu percepatan desa mandiri, program OVON juga diharapkan bisa menyerap tenaga perawat yang tiap tahunnya mencapai angka 80 ribu hingga 100 ribu orang.

"Perawat-perawat yang ada di desa itu nantinya kami upayakan putra-putra daerah, supaya tidak ada masalah seperti pulang kampung dan sebagainya. Harapannya jadi program tingkat nasional," bebernya.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mendukung penuh program OVON yang diusulkan PPNI. Menurut Midji, sapaan akrabnya, penempatan perawat di tiap desa akan sangat membantu percepatan terwujudnya desa mandiri. Sebab kata dia, keberadaan perawat minimal dapat menggantikan fungsi dokter yang jadi salah satu indikator desa mandiri pada dimensi kesehatan.

"Dari 52 indikator itu, salah satu indikatornya adalah akses kesehatan. Kalau misalnya dokter tidak ada, perawat bisa menggantikan fungsi itu. Sehingga kalau menempatkan setiap desa dan jadi program pemerintah pusat, saya sangat mendukung," imbuhnya.

"Di situ kan indikatornya akses kesehatan, perawat itu bagian dari dunia kesehatan. Dia bisa memberikan edukasi di posyandu dan di pusat-pusat layanan kesehatan lain. Saya mendukung itu (OVON)," tandasnya. (na/tim liputan)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini