-->

BREAKING NEWS

KEBAKARAN MELANDA DUA LOKASI DI KUBU RAYA 2 RUMAH DI JL ADI SUCIPTO KEC SUNGAI RAYA DAN DI PARIT GADO KEC SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA, WARGA DIHEBOHKAN DENGAN TEMUAN SESEORANG DITEMUKAN DALAM KEADAAN MENINGGAL DI KAWASAN PARIT BESAR PONTIANAK, HINGGA KINI BELUM DIKETAHUI SIAPA DAN MENINGGAL KARENA APA, BELUM ADA KETERANGAN MENGENAI TEMUAN MAYAT ITU, RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Ini Yang Dilakukan Satgas Yonif 133 di Perbatasan Malam Hari

Redaksi author photo

Kapuas Hulu (Kalbarnews.co.id) - Melalui gerakan TNI AD Mengajar, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti menyelenggarakan kelas malam bagi siswa-siswi Sekolah Dasar dari kelas satu sampai empat di Desa Jasa, Kec. Ketungau Hulu, Kab. Sintang, Kalimantan Barat, Minggu (08/12/2019) 

Kegiatan tersebut juga sebagai upaya untuk membangun sumber daya manusia yang unggul di perbatasan. Peningkatan sumber daya manusia merupakan tanggung jawab bersama. Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 133/YS, Letkol Inf Hendra Cipta, S.Sos., di Pos Kotis Nanga Badau, Kapuas Hulu.


Letkol Inf Hendra Cipta, S.Sos., mengatakan kegiatan kelas malam yang dilakukan tersebut bertujuan untuk membantu meningkatkan taraf pendidikan terhadap anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar khususnya di daerah tertinggal, terdepan dan terluar. TNI AD bersama Kementerian Pendidikan telah melaksanakan perjanjian kerjasama MoU (Memorandum of Understanding), yang salah satunya memberikan kegiatan belajar mengajar di wilayah perbatasan," jelas Dansatgas. 

"Ini juga merupakan upaya untuk membantu mengatasi kurangnya tenaga guru di wilayah perbatasan," kata Dansatgas.

Diungkapkan juga, sebelum berangkat para personel yang sudah disiapkan sebagai tenaga pendidik telah dibekali bimbingan teknis mengajar bagi anak SD hingga SMP, sehingga dapat diaplikasikan di medan tugas yang sebenarnya, yaitu di wilayah perbatasan RI-Malaysia," pungkasnya. (tim liputan)

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini