-->

BREAKING NEWS

KEBAKARAN MELANDA DUA LOKASI DI KUBU RAYA 2 RUMAH DI JL ADI SUCIPTO KEC SUNGAI RAYA DAN DI PARIT GADO KEC SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA, WARGA DIHEBOHKAN DENGAN TEMUAN SESEORANG DITEMUKAN DALAM KEADAAN MENINGGAL DI KAWASAN PARIT BESAR PONTIANAK, HINGGA KINI BELUM DIKETAHUI SIAPA DAN MENINGGAL KARENA APA, BELUM ADA KETERANGAN MENGENAI TEMUAN MAYAT ITU, RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Ini Pesan Sutarmidji Kepada Perawat di Kalbar

Redaksi author photo
Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan Pesan kepada Perawat 

Pontianak (Kalbarnews.co.id) - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meminta seluruh perawat untuk melayani pasien dengan sepenuh hati. Saat melayani pasien, perawat dikehendakinya untuk tidak lekas marah supaya masyarakat tidak mudah mengeluh terhadap kualitas pelayanan rumah sakit.

"Kalau perawat melayani dengan hati, keluhan masyarakat terhadap layanan rumah sakit dan sebagainya pasti akan berkurang. Perawat harus suka senyum. Jangan seperti saya, suka merengut, suka ngomel," ucapnya usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kalimantan Barat di Hotel Orchardz Gajah Mada, Jalan Gajah Mada Pontianak beberapa waktu yang lalu.

Mantan Wali Kota Pontianak ini menyadari beratnya tugas seorang perawat. Bahkan di momen-momen tertentu, tak jarang seorang perawat direndahkan oleh pasien atau keluarga pasien. Saat berada di situasi seperti itu, Sutarmidji tetap mengimbau para perawat untuk tetap tersenyum dan bersabar dalam menghadapi pasien.

"Kadang pasien dan keluarga pasien merasa lebih pintar dari dokter atau perawat. Jadi kadang dia yang ngajar perawat dan dokter. Misalnya masang infus, ada yang susah nyari nadinya. Kalau di situ ada keluarga, kan biasa ada yang nyeletuk tuh 'Masak masang itu saja tidak bisa padahal udah bertahun-tahun jadi perawat'. Nah, kalau di situasi seperti itu jangan marah nanti bisa kelahi dengan pasien. Senyum saja, layani dengan hati. Orang marah, perawat tetap senyum saja," imbuhnya.

Permintaan Sutarmidji kepada para perawat ini ditanggapi positif oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Kalbar Harianto. Ia berujar, masukan dari orang nomor satu di Kalbar itu akan dijadikan sebagai introspeksi agar para perawat semakin baik dalam menghadapi pasien.

"Namanya kondisi hati, ya. Kan bisa karena saat itu mungkin tidak fiks kondisinya sehingga memang responnya agak kurang baik kepada pasien. Nah, tapi kan itu kan oknum. Terlepas dari itu, ya tentu pernyataan dari Pak Gubernur juga jadi masukan buat kita. Kita bisa introspeksi diri sehingga ke depan, dalam menghadapi pasien bisa lebih baik lagi," tandasnya. (na/tim liputan)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini