-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

PCNU Kabupaten Sanggau Gelar Konfercab dan Pendidikan Kader Nahdlatul Ulama

Redaksi author photo


Sanggau (Kalbarnews.co.id) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sanggau menggelar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKNU) angkatan pertama dan Konfercab Nahdlatul Ulama Kabupaten Sanggau dengan tema 'memperkokoh nilai kebangsaan memperkuat tradisi baik dan menjaga NKRI', di Ponpes Toriqoh Qodriyah Naqsabandiyah Sanggau Permai, Jumat (01/11/2019).

Acara yang berlangsung selama tiga hari itu dimulai dari tanggal 1 hingga 3 November 2019  dan dibuka oleh Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot.

Selain Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot, hadir juga Kapolres Sanggau yang diwakili Kabag Ren Polres Sanggau Kompol. Wardaya, Kepala Kantor Kementerian Agama Sanggau H. M. Taufik,  Kepala Kantor Kesbangpolinmas Antonius, Ketua Syuriah PCNU Sanggau H. Nasri H.

Razali, Ketua PCNU Sanggau H. Toyib Saefudin Al Ayubi, Ketua yayasan Toriqoh Qodriyah Naqsabandiyah Priyono, Wakil Ketua BAZNAS Sanggau Indra, Ibu-Ibu Aisiyah Kabupaten Sanggau, perwakilan Pengurus Muhammadiyah Kabupaten Sanggau, Ketua FKUB Pdt. Suyono, Ketua Ansor Hamka Surkati, Ketua Fatayat NU Elis Mardiatul Jannah, Ketua I Muslimat NU, Ama Ummami, Kasat Korcab Banser Slamet Riyanto.

Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot saat membuka secara resmi acara tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kader yang melaksanakan pelatihan kader dan konfercab NU. Orang nomor dua di Pemkab Sanggau itu berharap NU tetap bersatu dan terus berkiprah untuk persatuan dan kesatuan bangsa.

"NU ini organisasi besar, bayangkan kalau NU ini terpecah maka bangsa ini bisa terpecah juga. Jadi saya berharap NU tetap istiqomah menjalankan paham aswajanya," harap Wabup.

Wabup juga meminta kader NU terlibat aktif memberikan dukungan terhadap kerja - kerja Pemerimtah demi kemaslahatan bersama.

"Mari kita jaga persatuan dan budaya toletansi dan saling menghormati diantara kita demi Kabupaten Sanggau yang lebih bermartabat," pesannya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau H. M. Taufik mengharapkan NU dapat menyusun program kerja yang dapat menyentuh masyarakat luas.

"Yang pertama mungkin program kerja yang langsung bersentuhan dengan masyatakat banyak. Kedua, bagaimana kita mampu menyusun program kerja yang dapat meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan yang maha esa dan yang ketiga NU juga harus mampu membuat program kerja yang dapat menangkal radikalisme," ungkapnya.

Taufik berharap semua agama memiliki paham yang moderat. Untuk itu Pemerintah melalui Kementerian Agama sedang menyusun program kerja yang mendorong upaya menangkal paham radikalisme.

"Oleh Menteri Agama ini menjadi sorotan. Menteri Agama berkeinginan kita yang beragama ini berpaham yang moderat, atau kalau dalam islam itu disebut islam yang rahmatallila'lamin. Konsep ini hampir saja rampung dibahas oleh Menteri Agama yang lama, tetapi karena berganti pimpinan mudah-mudahan konsep ini betlanjut, untuk semua agama," harapnya.

Ketua PCNU Kabupaten Sanggau H. Toyib Saefuddin Al Ayubi dalam sambutannya menyampaikan pelatihan kader NU ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Aswaja An-Nahdliyah.

"Kenapa saya katakan Aswaja An-Nahdliyah, karena masih ada diantara kita yang mengaku dirinya aswaja, tetapi yang dimaksudkan NU dalam hal ini adalah Aswaja An-Nahdliyah yang memiliki wawasan pencegahan paham-paham radikalisme yang saat ini marak di Indonesia," kata Toyib.

Toyib berharap, kader NU mampu membentengi diri, keluarga dan lingkungannya masing-masing dari paham-paham yang berpotensi memecahbelah kesatuan dan persatuan didalam bingkai NKRI.

"Untuk itu, kader-kader NU perlu kita berikan pemahaman dan juga wawasan bagaimana menangkal paham-paham yang merusak persatuan dan kesatuan diantara sesama anak bangsa," pungkasnya.(tim liputan)

Editor : Edi S
Komentar Anda

Berita Terkini