-->

BREAKING NEWS

TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, USTAD MUSTAHAR,SPD.I TERPILIH SEBAGAI KETUA FORUM KOMUNIKASI PONDOK PESANTREN (FKPP) KABUPATEN KUBU RAYA PERIODE 2020 -2025 PADA MUSYAWARAH DAERAH FKPP KAB KUBU RAYA, SEORANG ANGGOTA SATLANTAS POLRESTA PONTIANAK DIKABARKAN LAKUKAN PELECEHAN SEX KEPADA SEORANG WARGA KARENA TIDAK BISA MEMBAYAR TILNG PELANGGARAN LALU LINTAS, KASUS INI MASIH DALAM PENYELIDIKAN APARAT, SATRESNARKOBA POLRES KUBU RAYA BEKUK TERSANGKA PENGEDAR NARKOBA DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP, TERSANGKA BERINISIAL DP DITANGKAP BERSAMA BARANG BUKTI NARKOBA JENIS SABU-SABU, PASANG IKLAN DI KALBARNEWS GAMPANG.....!!!!! HUB MARKETING KAMI DI : 085751103979 - 085245460919 ATAU EMAIL : redaksikalbarnews@gmail.com

Satu Keluarga Huni Gubuk Tak Layak Huni Viral di Medsos, Ini Penjelasan Camat Sungai Ambawang

Redaksi author photo
Camat Sungai Ambawang, Drs Satuki
Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) – Terkait Viralnya satu keluarga yang menghuni gubuk tak layak huni di Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang, Camat Sungai Ambawang, Drs Satuki langsung bergerak cepat dengan turun meninjau keluarga Sapriadi dan Lena di Jl Selat Panjang Gg Kelompok Tani Desa Mega Timur Kec Sungai Ambawang, Sabtu ( 12/10/2019).
 
Camat Sungai Ambawang bersama Kapolsek Sungai Ambawang, AKP Joko Supriyatno dan Dinas Sosial Kubu Raya, Jakaria di ikuti beberapa Relawan Sosial mendatangi satu keluarga penghuni Gubuk tak layak huni itu.

“Dari penjelasan Keluarga tersebut ternyata keluarga tersebut memang Warga Kota Pontianak yang sebelumnya tinggal dikediaman orangtuanya, saat ini rumah orangtuanya telah terjual oleh karena itu Pak Sapriadi bersama keluarga pindah ke wilayah Desa Mega Timur ini,” jelas Satuki.

Satuki menjelaskan bahwa Sapriadi dan keluarga secara administratif adalah warga Kota Pontianak, tetapi karena berdomisili di wilyah Kabupaten Kubu Raya maka secara kemanusiaan juga menjadi perhatiannya khususnya wilayah Kecamatan Sungai Ambawang.

Camat Sungai Ambawang ini menjelaskan dirinya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan masyarakat setempat untuk bersama-sama ikut berempati kepada keluarga Sapriadi itu.

Dari penjelasan Sapriadi dirinya beserta keluarga memang berencana akan menetap di lokasi yang sekarang dan akan membangun rumah tempat tinggal, tetapi karena ketiadaan dana maka sementara mereka membuat gubuk untuk menetap.

“Saya memang berencana tinggal disini pak, karena tanah ini akan saya beli dengan mencicil, ini tanah milik teman saya,” jelas Sapriadi.

Sambil berusaha membangun Rumah tempat tinggalnya Sapriadi akan mengurus administrasi kependudukan dari Kota Pontianak menjadi Warga Kabupaten Kubu Raya.

Sejak Viral di Media Sosial, Sapriadi mengaku banyak didatangi baik warga sekitar maupun dari pihak lain yang sekedar bertanya maupun memberika kepedulian.(timliputan)

Editor : Edi S

Komentar Anda

Berita Terkini