-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Pasarkan Produk Lokalnya, Bupati Kubu Raya Resmikan MBC

Redaksi author photo
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan saat resmikan MBC

Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) – Bupati Muda Mahendrawan bersama Wakil Bupati Sujiwo meresmikan Marketing Business Center (MBC) Kabupaten Kubu Raya di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (17/09/2019). 

MBC merupakan sistem pemasaran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan produk unggulan lokal secara terpusat yang berada di kantor Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya. 

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya Norasari Arani mengatakan, MBC bermanfaat sebagai market place atau pemasaran produk UMKM secara dalam jaringan (online) di dalam negeri dan luar negeri. 

MBC juga menjadi sarana menginformasikan harga sembako atau barang kebutuhan pokok dan penting sebagai alat kontrol untuk mengurangi laju inflasi. 

“MBC ini juga sekaligus menjadi bank data ekonomi khususnya sektor perkoperasian, UMKM, perdagangan, perindustrian, dan ribuan data terkait lainnya,” tutur Nora. 

Nora mengatakan, meski terbilang inovasi, MBC, menurut dia, bukanlah inovasi luar biasa. Ia menuturkan, di era digitalisasi saat ini, MBC adalah keharusan. Sehingga inovasi MBC merupakan keniscayaan demi memaksimalkan peluang UMKM untuk bersaing dan meningkatkan usaha. 

Dia mengungkapkan, hingga akhir 2018 lalu, jumlah usaha mikro di Indonesia mencapai 58,91 juta, usaha kecil 59.260, dan usaha menengah 4.987 pelaku usaha. Akan tetapi yang sudah go digital dari jumlah tersebut baru lima persen.
 
“Sisanya masih sangat konvensional dalam pengembangan usahanya,” ujarnya.

Norasari menjelaskan, untuk tahap awal telah ada sebanyak 70 produk UMKM yang terdaftar sebagai anggota MBC. Dia berharap ke depan semakin banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan fasilitas MBC. 

Terkait hal itu, dirinya mengajak para pelaku UMKM di Kubu Raya untuk bergabung di MBC.

“Bisa langsung datang ke kantor Dinas Koperasi Kubu Raya untuk mendaftarkan produk yang dimiliki. Tentunya dengan memiliki legalitas yang jelas dan memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditentukan," ujarnya.

Bupati Muda Mahendrawan mengatakan, di era digital segala sesuatu dapat berubah dengan cepat. Termasuk pelaku-pelaku usaha skala besar yang dianggap mapan, ternyata dapat runtuh dengan serbuan aplikasi perbelanjaan dalam jaringan (online). Sistem pasar digital, kata Muda, terbukti mampu merontokkan banyak perusahaan multinasional. 

“Artinya apa? Inilah bahwasanya sekarang semua sudah harus menembus pasar digital. Ini sudah keniscayaan dan kebutuhan. Kita ingin memberikan pemahaman bahwa kita tidak melihat soal kecanggihan. Inovasi dalam hal itu sebetulnya sudah menjadi hal yang biasa saja. Hidup di zaman digital kita harus mengikuti zaman dan terus mengantisipasi bahkan mendahului,” tuturnya.

Muda menjelaskan, di era digital, UMKM sudah harus menjadi menjadi bagian daripada pergaulan global di dalam perdagangan dan jasa. 

Karena itu, pemerintah daerah berharap adanya MBC akan memberikan akses lebih luas kepada UMKM dan koperasi-koperasi. Karena, menurutnya, saat ini yang membuka peluang dan informasi lebih cepatlah yang akan bisa mendapatkan peluang usaha. Dengan cara itu pula UMKM dapat saling menopang dan memperkuat jaringan. 

“Kalau zaman dulu modal jauh lebih penting daripada segalanya. Tapi sekarang jaringan itu jauh lebih penting. Jadi jejaring bisnis dan pelanggan jauh lebih penting daripada modal. Sekarang orang berbisnis tanpa modal pun bisa dan ini sudah terbukti,” ucapnya.

Terkait hal itu, Muda mengajak semua pelaku UMKM untuk berani melakukan perubahan. Termasuk dengan melibatkan kaum muda sebagai pemasar dari pasar digital di Kubu Raya. Hal tersebut menurutnya perlu diciptakan. 

”Bahwa kaum muda mampu menjadi buzzer yang mendinamisasi di dalam UMKM maupun produk-produk yang kita hasilkan. Sampai-sampai kita ingin mengajak anak millennia ikut di dalam proses membangun pertanian di Kubu Raya. 

Tujuan akhirnya adalah bagaimana nanti mereka bisa mengolah dan memberikan nilai tambah dari hasil bumi yang ada dan pada akhirnya memberikan peluang kerja serta cara bisnis kepada kaum muda kita,” paparnya. 

Muda menegaskan, pemerintah daerah berpihak pada upaya mengembangkan eksistensi UMKM. Ia berharap UMKM dapat merajai perdagangan dan jasa khususnya di Kubu Raya. 

“Mudah-mudahan di Kubu Raya UMKM-lah yang menjadi leader daripada perdagangan dan jasa. Ini harus kita yakinkan,” tegasnya. (tim liputan) 

Editor : Edi S
Komentar Anda

Berita Terkini