-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Shalat Jumat Perdana di Masjid Nurul Hidayah Rasau Jaya

Redaksi author photo
Bupati Kubu Raya dan Pengurus Masjid  laksanakan Sholat Perdanan di Masjid Nurul Hidayah

Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan meresmikan Masjid Nurul Hidayah di Dusun Bina Karya RW 002 Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Jumat (16/08/2019).

Peresmian masjid tersebut dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Jumat, hal itu adalah untuk kali pertama warga melaksanakan shalat Jumat di masjid sendiri.

“Saya bersyukur sekali karena saya tahu ini dulunya surau kecil. Alhamdulillah masjid ini dapat terwujud dengan doa dan ikhtiar perjuangan semua warga, pengurus surau, pengurus RT dan RW, juga camat dan jajaran. Tentu ini sebuah hal yang patut diapresiasi,” ucap Muda Mahendrawan
.
Muda menilai perubahan status surau menjadi masjid yang diikuti penyerahan sertifikat masjid sangat penting. Karena selain terdaftar di Kantor Kementerian Agama, juga menjadi dasar dalam hal pemberian bantuan pemeliharaan dan perawatan.

“Masjid ini sama-sama kita resmikan sebagai masjid yang terdaftar di Kemenag sehingga lebih memudahkan pondasi untuk percepatan pemeliharaan dan perawatan ke depan. Insya Allah nanti kami bantu sumur bor berikut mesin dan penyaringnya,” tutur Muda.

Pengurus Masjid Nurul Hidayah, H. Taryono, mengatakan renovasi Masjid Nurul Hidayah yang awalnya merupakan surau dimulai pada Februari 2017 lalu. Renovasi rampung pada Mei 2019.

Ia mengungkapkan Masjid Nurul Hidayah awalnya adalah surah bernama Al Hidayah yang berdiri sejak tahun 1994 silam.

“Kemudian diadakan renovasi dan direhab menjadi besar dengan ukuran 13 x 13 meter. Lalu berdasarkan rembuk jemaah dan warga, mereka bermufakat menjadikan surau ini sebagai masjid,” tuturnya.

Meski sudah diresmikan keberadaan dan penggunaannya, Taryono menyebut pembangunan masjid belum tuntas.

“Renovasi rampung sebelum bulan puasa lalu. Tapi ini masih belum sempurna, sekitar 80 persen,” ucapnya. (rio)

Editor : Heri K
Komentar Anda

Berita Terkini