-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Muda: Kubu Raya akan Kembangkan Wisata Hortikultura Durian dan Langsat

Redaksi author photo
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan beserta Istri, Rosalina Muda Mahendrawan 

Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi pelaksanaan Festival Durian Bumi Khatulistiwa 2019 yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar di Halaman Ayani Mega Mall Pontianak.

Menurut Muda hal itu merupakan cara kreatif dalam menjaga, mengenalkan, dan mengembangkan potensi buah lokal khususnya Buah Durian.

Muda mengatakan perlunya promosi potensi pertanian Kalbar khususnya komoditas durian melalui berbagai event atau ajang yang atraktif.

“Ekonomi kreatif itu banyak. Yang penting ajang yang punya nilai atraksi atau daya tarik. Tidak terbatas hanya festival,” ujarnya.

Muda menyatakan pemerintah daerah komit mendorong dan memfasilitasi ide-ide kreatif masyarakat. Ia menyarankan ke depan upaya promosi potensi durian lokal dapat digandeng dengan momen-momen budaya.


Momen potensial yang menurutnya dapat merangsang minat publik untuk hadir. Bahkan, dirinya mengusulkan promosi durian berupa festival dan semacamnya dilakukan langsung di kebun-kebun durian milik warga.

“Karena beda makan di kebun dengan makan di kota. Suasana batinnya lebih beda. Itu yang paling penting. Jadi sekarang ini harus diperbanyak inisiatif dan kreativitas untuk menciptakan event-event yang pada akhirnya juga akan dapat membuat harga durian lokal pun ikut terangkat," tuturnya.

Muda mengatakan festival durian yang digelar Pemprov Kalbar menjadi stimuli bagi daerah dalam meningkatkan komitmen menjaga kawasan.

Ia mencontohkan kawasan Sungai Raya Dalam, di mana dulu dikenal sebagai salah satu penghasil langsat, durian, dan manggis. Namun pesatnya pembangunan membuat lahan-lahan perkebunan jadi tergerus.

“Makanya kita harus menjaga kawasan. Ketatkan di situ. Nanti rencana detail tata ruang atau RDTR-nya harus kita kawal termasuk tata ruang desa. Yang penting ini dulu. Karena untuk menjaga ini memang bukan pekerjaan mudah. Sebab menyangkut masyarakat bagaimana merawat lahan-lahan supaya jangan jadi perumahan,” paparnya.

Karena itu, Muda menyebut pemerintah daerah fokus menjaga sejumlah sentra penghasil durian di Kubu Raya. Seperti di sejumlah lokasi di Sungai Kakap. Beberapa kawasan dikembangkan menjadi kawasan wisata hortikultura seperti langsat dan durian.

“Jadi kawasannya harus kawasan wisata untuk mengembangkan seperti itu. Karena peluangnya besar. Pontianak kan sebagai sentra penjualan. Kalau ada event bagus harga akan baik,” ucapnya. (tim liputan)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini