-->

BREAKING NEWS

KEBAKARAN MELANDA DUA LOKASI DI KUBU RAYA 2 RUMAH DI JL ADI SUCIPTO KEC SUNGAI RAYA DAN DI PARIT GADO KEC SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA, WARGA DIHEBOHKAN DENGAN TEMUAN SESEORANG DITEMUKAN DALAM KEADAAN MENINGGAL DI KAWASAN PARIT BESAR PONTIANAK, HINGGA KINI BELUM DIKETAHUI SIAPA DAN MENINGGAL KARENA APA, BELUM ADA KETERANGAN MENGENAI TEMUAN MAYAT ITU, RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Lebaran Ketupat atau Bodho Kupat Tradisi Warga Jawa di Desa Kayuara Landak

Redaksi author photo
Tradisi Kenduren Lebaran Ketupat atau Bodho Kupat Warga Jawa di Desa Kayuara Kec Mandor Kab Landak

Landak (Kalbar News) – Lebaran ketupat atau Lebaran Tujuh menjadi Salah satu Tradisi Masyarakat, seperti yang dilakukan masyarakat Jawa di Desa Kayuara, Pongok dan Kerohok Kecamatan Mandor Kabupaten Landak, Selasa (11/6/2019).

Jika umumnya masyarakat di hari pertama Hari Raya Idul Fitri menyajikan lontong dan ketupat kepada sanak-keluarga yang datang  di rumah. Tapi lain halnya bagi masyarakat Jawa di Desa Kayuara, Pongok dan Kerohok Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. 


Masak ketupat dan lepat ketika di hari keenam dan ketujuh lebaran atau yang dikenal istilah Bodo Kecil (lebaran kecil) yaitu khusus lebaran ketupat.

 
Makanan Tradisi Lebaran Ketupat atau Bodho Kupat
"Kalau di Jawa, memang sudah menjadi tradisi bodo kecil ini, kita di Kalbar sebagai pendatang yang sudah menetap sejak lama. Juga masih menjalankan tradisi lebaran ketupat ini,"ungkap Kusnan seorang warga Jawa di Pongok, usai acara baca doa di masjid.


Ia mengaku apa makna lebaran ketupat juga tidak tahu persis, karena memang mengikuti orang tua yang turun- temurun. Pastinya, ketika lebaran ketupat warga membuat masakan ketupat beras dan lepat dari pulut, selain ada acara ritual pembacaan doa di masjid dan surau, pastinya untuk di makan bersama keluarga dan tamu-tamu lainnya.


"Jadi, kalau saat hari pertama dan kedua lebaran cukup kue dan makan nasi saja. Nah, di hari ke tujuh ini baru makan ketupat. Cara saji tergantung yang masak, ada pakai sayur, sambal kecap, sate, dan lainnya,"ujarnya.(tim liputan)

Editor : Heri K
Komentar Anda

Berita Terkini