-->

BREAKING NEWS

TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, USTAD MUSTAHAR,SPD.I TERPILIH SEBAGAI KETUA FORUM KOMUNIKASI PONDOK PESANTREN (FKPP) KABUPATEN KUBU RAYA PERIODE 2020 -2025 PADA MUSYAWARAH DAERAH FKPP KAB KUBU RAYA, SEORANG ANGGOTA SATLANTAS POLRESTA PONTIANAK DIKABARKAN LAKUKAN PELECEHAN SEX KEPADA SEORANG WARGA KARENA TIDAK BISA MEMBAYAR TILNG PELANGGARAN LALU LINTAS, KASUS INI MASIH DALAM PENYELIDIKAN APARAT, SATRESNARKOBA POLRES KUBU RAYA BEKUK TERSANGKA PENGEDAR NARKOBA DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP, TERSANGKA BERINISIAL DP DITANGKAP BERSAMA BARANG BUKTI NARKOBA JENIS SABU-SABU, PASANG IKLAN DI KALBARNEWS GAMPANG.....!!!!! HUB MARKETING KAMI DI : 085751103979 - 085245460919 ATAU EMAIL : redaksikalbarnews@gmail.com

Desa Rasau Jaya 2 Areal Demplot Kawasan Agropolitan Sentra Produksi Jagung

Redaksi author photo
Kepala Dinas Pertanian Kubu Raya, Gandi Satygraha saat berikan Benih kepada Petani di Rasau Jaya

Kubu Raya (Kalbar News) - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Gandi Satyagraha mengatakan pihaknya akan mengawal para petani Kubu Raya dalam upaya meningkatkan Produktifitas Pertanian dan akan jadikan Desa Rasau Jaya 2 sebagai Areal Demplot Kawasan Agropolitan Sentra Produksi Jagung, Jumat (12/04/2019).

Gandi mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan melalui para penyuluh pertanian, sehingga para petani di Kubu Raya juga akan terus mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan tekhnologi pertanian yang terus berkembang yang akan disesuaikan dengan kultur dan budaya masyarakat setempat.

 Diakatakan Gandhi, komoditi yang dikembangkan dalam areal demplot kawasan agropolitan di Desa Rasau Jaya II tersebut adalah jagung. Dimana jagung, juga akan menghasilkan berbagai hasil olahan dalam bentuk pangan, mulai dari susu jagung, tepung jagung (tapioca) dan lain-lain. 

Disamping itu, juga dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak, batang dan daunnya dapat digunakan untuk pakan sapi. 

“Kita akan kawal para petani kita, melalui penyuluh pertanian yang kita miliki. Ini kita lakukan agar para petani kita terus menambah ilmu pengetahuan dan penerapan tekhnologi pertanian modern secara perlahan kita sampaikan dan kita damping penggunaannya. Supaya hasil produksi kita terus meningkat sedangkan biaya operasional dapat ditekan atau menurun,” ujar Gandhi. (tim liputan)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini