-->

BREAKING NEWS

BANJIR MELANDA BEBERAPA DESA SEPANJANG JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, SELAIN KARENA AIR PASANG CURAH HUJAN SEMAKIN MEMPERPARAH BANJIR TERSEBUT, SEHINGGA MELUMPUHKAN AKTIFITAS WARGA SEKITAR, MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, EDDY PRABOWO DIKABARKAN DITANGKAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN, ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Salah satu Tim Basarnas Meninggal Saat Menyelam di Pencarian Korban Lion Air, ini penyebabnya

Redaksi author photo
Satu Orang Tim Selam Basarnas Meninggal dalam tugas Evakuasi Pesawat Lion Air (*)

Jakarta (Kalbar News) – Salah satu anggota penyelam dari tim Basarnas meninggal dunia saat menyelam dalam rangka pencarian korban Lion Air JT-610. Penyelam yang diketahui bernama Syahrul Anto ini berasal dari komunitas Indonesia Diving rescue Team (IDRT).

Informasi yang diterima pasien dibawa ke RSUD Koja Tanjung Priok Kota Jakarta Utara, Jumat malam (2/11/2018) pukul 22:10 WIB. Basarnas membahwa pasien kecelakaan tenggelam pada saat proses evakuasi Kjorban Jatuhnya Pesawat Lion Air. Kondisi Pasien dalam keadaan tidak sadar, tidak ada respon, tidak ada Denyut nadi, tidak ada napas.

Salah satu tim Basarnas yang kemudian ketahui bernama Syahrul Anto pada pukul 22.30 WIB dilakukan pemeriksaan di IGD koja. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh dokter Adhy sebagai dokter jaga IGD dan nyatakan sudah meninggal.

Dokter Adhy menyarankan untuk di lakukan otopsi ke RSCM guna mencari penyebab yang pasti kematiannya. Tapi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan keluarga Syahrul menolak dan ingin langsung di bawa keluarga untuk disemayamkan.

Sementara itu Dansatgas SAR, Kolonel Laut (P) Isswarto membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar Pukul 16.30 WIB.

“Korban dari sipil penyelam Basarnas, di bawah tim Basarnas, Sore jam 16;30 Wib kejadianya, sementara penyelaman kita tutup jam 16:00 wib karena cuaca gelap, saya close,” terang dia.

Dansatgas SAR, Kolonel Laut (P) Isswarto mengatakan, korban meninggal karena dekompresi.


"Diduga dekompresi karena tekanan, harusnya naiknya pelan-pelan, lima meter berhenti dulu, sampai muncul (ke permukaan), dia mungkin langsung," kata Isswarto (dtk/tim liputan)

Editor : Heri K
Komentar Anda

Berita Terkini