-->

BREAKING NEWS

BANJIR MELANDA BEBERAPA DESA SEPANJANG JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, SELAIN KARENA AIR PASANG CURAH HUJAN SEMAKIN MEMPERPARAH BANJIR TERSEBUT, SEHINGGA MELUMPUHKAN AKTIFITAS WARGA SEKITAR, MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, EDDY PRABOWO DIKABARKAN DITANGKAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN, ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Dirpolair Polda Kalbar Gagalkan Penyelundupan Ribuan Kepiting Bakau ke Malaysia

Redaksi author photo

 
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono bersama Kepala BKIPM Tunjukkan hasil tangkapan Dirpolair (*)
Pontianak (Kalbar News) -  Berbekal informasi dari Masyarakat sekitar yang resah akan keberadaan kegiatan yang dilarang, Direktorat Pol Air Polda Kalbar, bekerja sama dengan Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) mengamankan sebuah Mobil Daihatsu Grand Max warna putih dengan nomor polisi KB 1937 WK dan mengamankan 2607 ekor kepiting bakau berjenis kelamin betina (petelur), pada Selasa (13/11/2018).

"Kita ketahui kepiting betina ini sangat dilarang, karena satu ekor kepiting betina ini bisa mengandung kurang lebih satu sampai dengan dua juta telur. Kalo tadi ada sekitar 2607 itu sekitar 3,9 miliyar telur," kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal  Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Awalnya ada 16 keranjang berisi kepiting yang dibawa dengan mobil Daihatsu Grand Max warna putih dengan nomor polisi KB 1937 WK. Setelah dilakukan pengembangan dari mobil tersebut, polisi berhasil mengamankan kurang lebih 24 keranjang berisi kepiting yang akan dibawa ke Malaysia, satu orang pemilik dan dua orang pekerjanya.

"Rekan-rekan sekalian kita ketahui kepiting betina ini sangat dilarang, karena satu ekor kepiting betina ini bisa mengandung kurang lebih satu sampai dengan dua juta telur. Kalo tadi ada sekitar 2607 itu sekitar 3,9 miliyar telur," tutur Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal  Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Sebagai informasi, sejak 27 Desember 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia telah memberlakukan pelarangan pengiriman, penangkapan, pengeluaran kepiting bertelur, lobsster dan ranjungan dari Wilayah Indonesia dang dikukuhkan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor : 56 / PERMEN - KP / 2016.

"Kalau kita lihat dari berat, satu ekor yang paling besarnya bisa satu kilo sekian, ini rata-rata satu kilo dihargai 120 ribu rupiah, berat yang paling kecil 400 gram. Ini mau dikirim ke Malaysia secara gelap, pasaran disana lebih kurang 55 Ringgit Malaysia, kalau dirupiahkan 192ribu rupiah," tutur Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal  Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Dalam hal ini perkiraan kerugian Negara kurang lebih mencapai 182 juta rupiah. "Kalau kita kalikan seluruhnya itu kurang lebih 182 juta, disamping kerugian negara 3,9 miliyar telur masih bisa kita selamatkan, setelah ini nanti mau kita lepaskan di laut kehabitatnya," tutur Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal  Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Atas perbuatan ilegal tersebut, pelaku sekaligus pemilik 24 keranjang yang berisi kepiting yang dilindungi ini terancam sangsi kurungan penjara selama 6 tahun dan denda 1,5 Miliyar Rupiah karena melanggar Undang-Undang Perikanan Nomor 45 tahun 2009. (rl/tim liputan)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini