-->

BREAKING NEWS

BANJIR MELANDA BEBERAPA DESA SEPANJANG JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, SELAIN KARENA AIR PASANG CURAH HUJAN SEMAKIN MEMPERPARAH BANJIR TERSEBUT, SEHINGGA MELUMPUHKAN AKTIFITAS WARGA SEKITAR, MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, EDDY PRABOWO DIKABARKAN DITANGKAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN, ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Wow .... Ratusan Kayu Ilegal Ditangkap Ditreskrimsus Polda Kalbar

Redaksi author photo
Ratusan kayu yang dirakit dan tanpa dilengkapi surat-menyurat diamankan Polda Kalbar (*)
Ketapang (Kalbar News) - Kayu-kayu itu tersusun rapi di sebuah rakit di sungai. Tidak ada yang tahu, jika ratusan kayu ini adalah ilegal alias tak ada surat menyurat yang resmi.  Atas dasar itulah, penangkapan ilegal logging kayu olahan jenis meranti dan belian dalam bentuk rakit sebanyak 300 batang di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Drs Didi Haryono SH MH, membenarkan adanya penangkapan kayu yang diduga ilegal logging itu. Ia menjelaskan tidak ada kompromi dengan para pelaku ilegal, semua akan diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Polda Kalbar dan jajarannya tidak akan mentolerir segala bentuk kegiatan yang melanggar hukum. Hal ini sudah menjadi Komitmen kita bersama, Polda Kalbar zero tolerance dan zero illegal,” tegasnya.
 

Adapun kejadianya bermula pada Selasa, 23 Oktober 2018, pukul 07.00 WIB, Tim Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Kalimantan Barat yang dipimpin oleh AKBP Ade Kuncoro SIK, melakukan penangkapan terhadap Sapariadi. Dia selaku pemilik sawmill PO Sumber Usaha di Dusun Ndua, RT 03, Desa Muara Jekak, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang.

Hasil penangkapan didapat, bahwa benar Sapariadi adalah pemilik sawmill PO Sumber Usaha bergerak di bidang usaha pengolahan kayu. Untuk kayu olahan yang berada di lokasi sawmill dalam bentuk rakit sebanyak kurang lebih 300 batang kayu olahan dengan berbagai ukuran di antaranya 10x20x4M, 15x20x4M, 20x20x4M, 8x16x4M, 8x8x4M jenis kayu meranti dan kayu belian.

“Kayu olahan Meranti dibeli dari masyarakat Desa Hulu Sungai Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang dengan harga perkubik Rp 750.000,-, “ kata Direskrimsus Polda Kalbar, Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah.

Untuk kayu olahan jenis belian ukuran 8x16x4M perbatang dibeli seharga Rp220.000,- untuk keseluruhan kayu olahan sebanyak 300 batang tersebut tidak ada dilengkapi dengan surat  atau dokumen keterangan syahnya hasil hutan.

“Diduga Sapariadi melanggar psl 83 ayat 1 huruf b UU nomor 18 Tahun 2013 ttg Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” ujar Direskrimsus Polda Kalbar, Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah .

Guna pengembangan selanjutnya, tim  mengamankan dan memeriksa pemilik kayu atas nama Sapariadi,  mengamankan barang bukti kayu olahan untuk dititipkan ke Polres Ketapang,” tutupnya. (tim liputan/hms)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini