Baru 58 Persen Warga Sintang Nikmati Listrik

Editor: Redaksi author photo

Konsultasi publik pembangunan jalur SUTT

SINTANG (Kalbar News) - Dari jumlah keseluruhan warga Sintang baru 58 persen yang sudah menikmati listrik, sedangkan yang baru teralir listriik hanya 38 persen desa saja. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno, saat membuka acara konsultasi publik pembangunan jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), di Balai Praja Kompleks Kantor Bupati Sintang.Rabu, (8/3)

 Kegiatan SUTT yang diinisiasi oleh PLN UIP Kalimantan Bagian Barat, yang  dihadiri  wakil DPRD Sintang, Terry Ibrahim  serta  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait SUTT 150 kV Sekadau- Sintang, Gardu Induk 150 kV Sintang, dan SUTT 150 kV Sintang-Nanga Pinoh

"Prime mover pembangunan daerah yang  sudah dicanangkan oleh Pemda Sintang ialah Aksesibilitas terhadap Sumber Daya Listrik, oleh sebab itu pembangunan jaringan SUTT ini sangat strategis bagi kita di Sintang” ungkap Jarot.

Jarot memaparkan, Seluruh unsur pimpinan daerah wajib membantu dengan memberikan pemahaman yang sama kepada masyarakat, agar proses pembangunan ketenagalistrikan dapat berjalan lancar.

"Saya harap masyarakat sdapat mendukung program pembangunan PLN  dan bekerja sama dengan PLN untuk kepentingan bersama," ujar Jarot

Sementara itu,  Manajer Hukum, Komunikasi dan Pertanahan UIP Kalbar, Cokky Yuska, menjelaskan secara umum tujuan utama diadakannya konsultasi publik ini adalah untuk mengiformasikan pada Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat atas rencana pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kabupaten Sintang. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menunjukkan secara terbuka pada masyarakat tahapan pembangunan mulai dari proses pengadaan lahan, pemberian ganti rugi dan kompensasi  hingga bagaimana pembangunan ini dilaksanakan.

“Pembangunan SUTT ini dimulai dari ijin penetapan lokasi. Untuk jalur Sekadau-Sintang terdapat 195 tower, sedangkan untuk Sintang-Nanga Pinoh teradapat 179 tower. Sejauh ini  permasalahan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ialah pada saat pembebasan tanah terutama untuk membangun tower. Jadi, kita bersama Pemda dan aparaturnya berupaya untuk mengatasi hal ini sejak awal melalui kegiatan konsultasi publik ini,” ungkap Cokky.

Cokky berharap masyarakat semakin paham mengenai pembangunan yang dilakukan oleh PLN agar tidak terjadi beda persepsi.

"Selanjutnya kami akan tetap melakukan sosialisasi kepada warga di tingkat kecamatan. Hal ini supaya masyarakat benar-benar paham tentang apa yang PLN lakukan. Sehingga, kita dapat bekerja sama dan membangun Sintang bersama Pemda dengan nyaman,” tegasnya. (mad)


Editor : Edi Suhaerul                  

Share:
Komentar

Berita Terkini