Penguatan Ekonomi Kerakyatan melalui Safety Riding dan UMKM Berdaya

Editor: leoian790@gmail.com author photo

 



KALBARNEWS.CO.ID KUBU RAYA - Keselamatan berkendara dan penguatan ekonomi kerakyatan menjadi fokus kegiatan Safety Riding & UMKM Berdaya yang mengusung tema “Usaha Lancar Dimulai dari Perjalanan yang Aman”. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus diskusi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas serta memperluas wawasan dalam mengembangkan usaha.

Kegiatan yang digelar oleh Matra Bisnis berkolaborasi dengan Astra Motor Kalimantan Barat (Kalbar), Bank Indonesia, Bank Kalbar, Telkomsel, HPI Palm Oil, Pelindo, dan Alfamart tersebut berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026, di Astra Motor, Jalan Ayani 2, Kabupaten Kubu Raya.

Corcom Astra Motor Kalbar, F. Yessica, menyampaikan bahwa keselamatan berkendara menjadi hal penting yang perlu diperhatikan, terutama oleh pelaku UMKM yang memiliki mobilitas tinggi dalam menjalankan aktivitas usaha.

“Diharapkan dengan kegiatan ini, pelaku UMKM serta masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keamanan berkendara di jalan raya. Karena menggunakan kendaraan, terutama sepeda motor, tidak sekadar bisa jalan dan ngegas, tetapi tetap harus menjaga keselamatan diri dan masyarakat pengguna jalan lainnya,” tegas Yessica.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Manager Administration Astra Motor Kalbar, Januar Agung, SE. Ia berharap kampanye keselamatan berkendara dapat semakin luas menjangkau masyarakat dan benar-benar dipahami serta diterapkan ketika berkendara di jalan raya.

Peserta yang hadir sebagian besar merupakan pelaku UMKM binaan dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Mereka mendapatkan materi dari lima narasumber yang membahas keselamatan berkendara, akses pembiayaan usaha, sertifikasi halal, pengenalan Rupiah, hingga pemanfaatan layanan digital.

Narasumber pertama, Febry Ardian, instruktur Astra Motor Kalbar, menyampaikan materi kampanye keselamatan berkendara. Edukasi ini menekankan pentingnya berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab, mengingat sepeda motor menjadi salah satu sarana penunjang aktivitas usaha, mulai dari mobilitas pelaku UMKM hingga pengantaran produk kepada pelanggan.

Selanjutnya, Basuki, Analis Pemasaran Kredit Kantor Cabang Utama Bank Kalbar, memaparkan berbagai produk pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mendukung pengembangan usaha.

Basuki mengatakan, bahwa Bank Kalbar menyediakan fasilitas pembiayaan dengan bunga 6 persen per tahun, plafon hingga Rp500 juta, serta jangka waktu maksimal lima tahun, sesuai ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

“Fasilitas kredit yang diberikan kepada nasabah bertujuan membiayai kebutuhan operasional atau menambah modal kerja perusahaan maupun usaha perorangan. Tujuannya membantu meningkatkan atau memperlancar pembelian bahan baku, biaya produksi, dan pemasaran,” tutur Basuki.

Materi berikutnya disampaikan Dian Nusaria, S.Hut., selaku Pendamping Proses Produk Halal LP3H Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Ia menjelaskan seluk-beluk produk halal dan pentingnya sertifikasi halal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan konsumen serta daya saing produk UMKM.

Dalam pemaparannya, peserta juga mendapatkan informasi mengenai kewajiban sertifikasi halal bagi pelaku usaha yang akan memasuki tahapan penerapan pada 2028, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah disampaikan Gunawan, pemateri CBP Rupiah Bank Indonesia Kalimantan Barat. Ia mengajak peserta memahami pentingnya mengenali, merawat, dan menggunakan Rupiah dengan baik sebagai mata uang resmi sekaligus simbol kedaulatan bangsa.

Gunawan menjelaskan, upaya mengenali keaslian Rupiah dapat dilakukan melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Selain itu, masyarakat perlu menjaga kondisi fisik uang dengan menerapkan prinsip 5 Jangan: jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan diremas, dan jangan dibasahi.

“Uang Rupiah harus selalu dirawat agar tetap rapi, bersih, dan utuh,” tegas Gunawan.

Ia juga mengingatkan bahwa Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Rupiah adalah alat pembayaran yang sah berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Rupiah wajib digunakan dalam setiap transaksi di wilayah NKRI. Rupiah juga menjadi pemersatu bangsa, karena desainnya memuat keragaman budaya, pahlawan nasional, dan kekayaan alam dari berbagai daerah di Indonesia,” jelasnya.

Adapun materi digitalisasi usaha disampaikan Fise Adhi, Head Postpaid & Community Branch Telkomsel Pontianak. Ia memperkenalkan peluang kerja sama antara Telkomsel dan merchant lokal melalui skema subsidi senilai Rp10 ribu per transaksi.

Menurut Fise, merchant yang bergabung berpeluang memperoleh dukungan promosi berupa siaran SMS atau WhatsApp kepada pelanggan Telkomsel Prestige, pencantuman profil merchant di aplikasi MyTelkomsel, serta materi promosi berupa akrilik ukuran A4 atau tent card.

Ia juga memperkenalkan program loyalitas Telkomsel Poin yang dapat diakses melalui aplikasi MyTelkomsel atau dengan menghubungi kode *700 dari ponsel pelanggan.

“Telkomsel Poin diperoleh pelanggan melalui transaksi pembelian paket internet, layanan telepon, SMS, layanan digital, dan layanan Telkomsel lainnya. Poin tersebut dapat ditukarkan dengan berbagai manfaat, di antaranya diskon merchant, undian, voucher belanja, dan donasi,” kata Fise.

Sepanjang kegiatan, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan kepada para narasumber. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat pelaku UMKM untuk memahami materi yang dinilai relevan dengan kebutuhan dan tantangan usaha mereka.

Melalui kegiatan Safety Riding & UMKM Berdaya, Matra Bisnis bersama para mitra berupaya menghadirkan edukasi yang tidak hanya berfokus pada keselamatan di jalan raya, tetapi juga menyentuh aspek penting pengembangan usaha.

"Sinergi antara media, dunia usaha, perbankan, lembaga negara, BUMN, dan mitra swasta ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi baru, memperluas akses informasi, serta memperkuat kapasitas pelaku UMKM di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya," kata Barlian Pasore, ketua panitia penyelenggara.

Menurutnya, keselamatan berkendara dan penguatan ekonomi dapat berjalan beriringan. Pelaku UMKM diharapkan semakin memahami pentingnya perjalanan yang aman sekaligus mampu memanfaatkan akses pembiayaan, sertifikasi halal, edukasi keuangan, dan layanan digital untuk meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha.

Share:
Komentar

Berita Terkini