KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong pengembangan kawasan Sungai Jawi sebagai ruang aktivitas masyarakat yang memadukan fungsi rekreasi, olahraga, dan ekonomi kreatif. Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya mempercantik kawasan sungai, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai membuka Lomba Sampan di kawasan Sungai Jawi, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Edi, Sungai Jawi memiliki peran penting dalam sistem drainase Kota Pontianak, terutama sebagai saluran yang dipengaruhi pasang surut air. Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendalian genangan, kawasan sungai yang berada di lingkungan permukiman padat penduduk itu juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang publik yang produktif.
"Penduduk di sekitarnya juga padat. Karena itu, kita ingin kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai saluran air, tetapi juga menjadi sarana rekreasi, olahraga, dan ekonomi kreatif," ujarnya usai membuka Lomba Sampan di Kawasan tersebut, Sabtu (31/10/2026).
Edi mengapresiasi terbentuknya Kelompok Jawi Berkah yang bersama masyarakat dan berbagai unsur setempat berinisiatif mengembangkan potensi kawasan Sungai Jawi. Ia menilai kekompakan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, anggota DPRD, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menjadi modal penting dalam mewujudkan penataan kawasan tersebut.
"Ini menjadi kekuatan untuk menjadikan Sungai Jawi sebagai kawasan yang lebih hidup dan bermanfaat," katanya.
Sejumlah gagasan pengembangan mulai mengemuka, di antaranya pemanfaatan kawasan untuk kegiatan olahraga air seperti lomba sampan, aktivitas memancing, serta berbagai kegiatan rekreasi masyarakat. Kawasan tersebut juga berpeluang menjadi tempat berkembangnya usaha ekonomi kreatif yang melibatkan warga sekitar.
Edi menekankan bahwa seluruh rencana pengembangan harus memiliki orientasi yang jelas, yakni memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan semakin banyaknya aktivitas positif di kawasan Sungai Jawi, diharapkan terbuka peluang usaha dan sumber penghasilan tambahan bagi warga.
"Jadi bukan sekadar kegiatan rekreasi, tetapi ada manfaat yang dirasakan langsung oleh warga," jelasnya.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen membantu peningkatan kualitas penataan kawasan, termasuk penerangan jalan dan pemeliharaan lingkungan sungai. Namun, Edi mengingatkan bahwa fungsi utama Sungai Jawi sebagai saluran drainase harus tetap terjaga.
Menurutnya, pengembangan kawasan wisata dan rekreasi tidak boleh mengabaikan kebersihan maupun kelancaran aliran air. Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga sungai dari penumpukan sampah serta sedimentasi yang dapat mengganggu fungsinya.
"Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen membantu meningkatkan kualitas penataan dan penerangan jalan. Tetapi Sungai Jawi juga harus tetap terjaga fungsinya. Kebersihan dan kelancaran aliran air harus menjadi perhatian bersama," tegasnya.
Lebih lanjut, Edi menggagas pola pemeliharaan sungai berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui konsep tersebut, kelompok-kelompok warga dapat dilibatkan secara langsung dalam kegiatan pembersihan dan pemeliharaan saluran air dengan dukungan pembiayaan rutin dari pemerintah.
Ia menilai pelibatan masyarakat akan membuat pengawasan kebersihan lingkungan lebih efektif karena warga berada paling dekat dengan kondisi sungai setiap hari. Sampah yang muncul di depan permukiman dapat segera ditangani tanpa harus selalu menunggu petugas dari dinas terkait.
"Ke depan, kita ingin pembersihan ini diserahkan kepada masyarakat melalui kelompok-kelompok yang dibentuk. Pemerintah yang membiayai secara rutin. Jadi kalau ada sampah di depan rumah atau parit, masyarakat bisa langsung menangani karena mereka yang setiap hari melihat kondisinya," terangnya.
Menurut Edi, pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan sungai secara berkelanjutan, tetapi juga membangun rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya.
Ia berharap pengembangan Sungai Jawi dapat menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mengelola potensi lingkungan perkotaan. Melalui perpaduan penataan fisik, kegiatan olahraga, rekreasi, dan pemberdayaan ekonomi, kawasan sungai diharapkan tumbuh menjadi ruang publik yang semakin menarik.
"Kita ingin menjadikan kawasan Sungai Jawi ini sebagai kawasan yang berkah dan berseri. Sungainya terjaga, masyarakatnya kompak, dan aktivitas yang dikembangkan bisa meningkatkan kesejahteraan warga," pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan