![]() |
| Kepala BGN Sudaryono |
KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) – Badan
Gizi Nasional (BGN) membuka kesempatan bagi sekolah untuk menerapkan sistem
penyajian prasmanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, sekolah tidak bisa
langsung menerapkannya karena harus melalui proses pendaftaran dan pelatihan
terlebih dahulu.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan,
tahapan tersebut diperlukan agar sekolah dan dapur penyedia makanan memahami
mekanisme pelayanan MBG dengan sistem prasmanan sesuai standar yang ditetapkan.
“BGN membuka kesempatan bagi
sekolah yang ingin menerapkan sistem tersebut, dengan terlebih dahulu mengikuti
proses pendaftaran dan pelatihan,” ujar Sudaryono dalam website bgn.go.id yang
diakses Sabtu, (17/10/2026).
Selain pendaftaran dan pelatihan,
kesiapan dapur penyedia makanan serta pihak sekolah menjadi salah satu
pertimbangan dalam penerapan sistem tersebut.
Pelaksanaan MBG prasmanan
nantinya dilakukan secara bertahap setelah persyaratan terpenuhi.
Dalam sistem prasmanan, siswa
dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan.
Siswa juga dimungkinkan
mendapatkan tambahan makanan apabila masih merasa lapar dan persediaan makanan
masih tersedia.
Meski memberikan keleluasaan
dalam mengambil makanan, BGN memastikan standar pemenuhan gizi tetap berlaku.
Setiap siswa tetap mendapatkan
porsi awal sesuai takaran yang telah ditentukan.
Komponen makanan yang disediakan,
mulai dari nasi hingga sumber protein, juga harus memenuhi standar gizi yang
berlaku.
Setelah seluruh siswa memperoleh
porsi awal, makanan tambahan dapat diberikan kepada siswa yang masih
membutuhkan.
“Porsi awal tetap harus ditakar
sesuai standar. Setelah semua siswa mendapatkan bagiannya, disiapkan pula
makanan tambahan untuk siswa yang masih membutuhkan. Dengan begitu, kebutuhan
makan siswa dapat dilayani dengan lebih baik,” jelas Sudaryono.
Penerapan sistem prasmanan juga
membutuhkan dukungan dari sekolah.
Kepala sekolah dan guru perlu
memahami mekanisme penyajian sekaligus mendukung pelaksanaan sistem tersebut.
Salah satu sekolah yang telah
melakukan uji coba adalah SMK Yatindo, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.
SPPG Mustika Jaya 4 menguji coba
MBG dengan sistem prasmanan selama dua minggu sejak Kamis (15/10/2026).
Dalam uji coba tersebut, siswa
dapat memperoleh makanan yang disajikan secara prasmanan dan menilai makanan
terasa lebih segar serta hangat.
BGN selanjutnya akan melakukan
penerapan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan dapur, sekolah,
peralatan, serta hasil evaluasi selama uji coba. (tim liputan).
