Sekitar 1.000 Warga DIY Gelar Aksi Dukung Program Kerakyatan dan Tuntut Transparansi Pemerintahan
KALBARNEWS.CO.ID (YOGYAKARTA) – Sekitar 1.000 massa yang berasal dari berbagai elemen masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Jumat (19/6/2026).
Aksi yang diinisiasi oleh Aliansi Relawan Peduli Bangsa (ARPB) DIY tersebut mengusung tema Wujudkan Kesejahteraan Rakyat: Lanjutkan Program Kerakyatan, Wujudkan Transparansi dan Akuntabilitas, Adili Koruptor, Bangun Kedaulatan Bangsa.”
Massa aksi terdiri dari mahasiswa, pekerja, pelaku UMKM, ibu rumah tangga, petani, nelayan, serta berbagai unsur masyarakat sipil yang datang dari sejumlah kabupaten dan kota di DIY. Mereka membawa spanduk, poster, dan berbagai atribut yang berisi dukungan terhadap program-program kerakyatan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam orasinya, para peserta aksi menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut mereka, program tersebut telah memberikan dampak positif bagi keluarga penerima manfaat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekaligus mengurangi beban ekonomi rumah tangga.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa banyak masyarakat merasakan manfaat nyata dari program MBG. Selain membantu mencukupi kebutuhan gizi generasi muda, program tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam rantai distribusi pangan, penyedia bahan baku, hingga tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaannya.
“Program MBG harus terus dilanjutkan dan diperkuat. Banyak keluarga yang merasakan manfaatnya, terutama bagi anak-anak yang kini mendapatkan akses makanan bergizi secara lebih baik. Program ini juga membantu perputaran ekonomi masyarakat,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.
Selain menyuarakan dukungan terhadap program kerakyatan, massa juga mendesak pemerintah untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara. Mereka menilai setiap program yang menggunakan dana publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
Aksi tersebut juga membawa tuntutan agar aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku korupsi tanpa pandang bulu. Massa menilai korupsi merupakan salah satu hambatan terbesar dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pembangunan nasional yang berkeadilan.
Kami mendukung program-program yang berpihak kepada rakyat, tetapi pada saat yang sama kami juga menuntut transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum yang tegas terhadap para koruptor. Uang negara harus kembali untuk kepentingan rakyat,” tegas peserta aksi lainnya.
Sepanjang aksi berlangsung, massa secara bergantian menyampaikan aspirasi melalui mimbar bebas. Mereka juga menyerukan pentingnya membangun kedaulatan bangsa melalui penguatan sektor pangan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Aksi berjalan secara tertib dan damai dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah menyampaikan seluruh tuntutan dan pernyataan sikap, massa membubarkan diri dengan tertib menjelang sore hari.
Para peserta berharap pemerintah dapat terus melanjutkan program-program yang berpihak kepada rakyat sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi. (tim Liputan)
Editor : Aan