Pesan Sukardi,Buka Deklarasi Damai Pilkades 2026 Beda Pilihan Wajar Beda Hati Jangan Kapuas Hulu Harus Damai

Editor: Redaksi author photo

Pesan Sukardi,Buka Deklarasi Damai Pilkades 2026 Beda Pilihan Wajar Beda Hati Jangan Kapuas Hulu Harus Damai
KALBARNEWS.CO.ID (KAPUAS HULU) - Menjelang pesta demokrasi tingkat desa, Kapuas Hulu kompak menyatakan sikap. Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi S.M mewakili Bupati Kapuas Hulu hadir sekaligus membuka kegiatan Deklarasi Damai Pemilihan Kepala Desa Pilkades Serentak Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2026, Rabu 17/6/2026 di Ballroom Hotel Grand Banana Putussibau.


Acara ini digagas DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia APDESI Kabupaten Kapuas Hulu. Tujuannya satu memastikan Pilkades serentak nanti berjalan aman, damai, jujur, dan bermartabat. Tanpa politik uang, tanpa intimidasi, tanpa pecah belah antarsaudara.


Dalam sambutannya, Wabup Sukardi mengajak seluruh elemen masyarakat, calon kepala desa, tim sukses, hingga perangkat desa untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif menjelang hari pemilihan.


Ia menegaskan, perbedaan pilihan dalam demokrasi itu wajar dan sehat. Namun persatuan dan kebersamaan warga satu desa harus tetap jadi prioritas utama. Jangan sampai karena beda dukungan, silaturahmi putus dan kampung jadi retak.


“Pilkades harus menjadi pesta demokrasi yang bermartabat, jujur, adil, dan damai. Siapapun yang nantinya terpilih, diharapkan mampu menjadi pemimpin yang melayani masyarakat serta membawa kemajuan bagi desa,” ujar Wabup Sukardi di hadapan ratusan peserta deklarasi.


Menurutnya, kepala desa bukan pemimpin kelompok. Kades terpilih adalah pemimpin seluruh warga, baik yang memilih maupun yang tidak memilih. Karena itu, integritas dan semangat melayani harus jadi modal utama sejak sebelum terpilih.


Deklarasi damai ini diikuti para calon kades, ketua BPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga perwakilan TNI-Polri. Secara bersama-sama mereka menandatangani piagam deklarasi yang berisi komitmen. 


1. Menolak segala bentuk politik uang dan praktik curang 

2. Menolak ujaran kebencian, hoaks, dan provokasi di media sosial

3. Siap menerima hasil Pilkades dengan lapang dada

4. Menjaga kerukunan warga pasca pemilihan


Ketua DPC APDESI Kapuas Hulu menyebut, deklarasi ini penting sebagai benteng awal. Pengalaman di daerah lain menunjukkan, konflik Pilkades sering muncul bukan karena aturannya, tapi karena egonya. Dengan deklarasi, semua pihak sudah punya pegangan moral bersama.


Polres Kapuas Hulu dan Kodim 1206/Putussibau menyatakan siap mengawal seluruh tahapan Pilkades 2026. Patroli, pengamanan TPS, hingga mediasi konflik akan dilakukan untuk mencegah gangguan Kamtibmas.


Wabup Sukardi juga memastikan Pemkab Kapuas Hulu bersikap netral. Aparatur sipil negara ASN dilarang memihak, mengarahkan dukungan, atau memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan salah satu calon. Sanksi tegas menanti bagi yang melanggar.


“Netralitas ASN harga mati. Bapak ibu kades dan perangkat desa harus jadi contoh kedewasaan berdemokrasi. Biarkan rakyat yang memilih, kita yang mengawal,” tegasnya.


Melalui deklarasi damai ini, Pemkab Kapuas Hulu berharap Pilkades Serentak 2026 bisa menjadi contoh demokrasi desa yang sehat. Aman dari konflik, tertib dalam pelaksanaan, dan kondusif hingga pelantikan kades terpilih.


Wabup menutup sambutannya dengan pesan penting Yang menang jangan jumawa, yang kalah jangan berkecil hati. Setelah 17 Juni 2026, kita semua kembali jadi satu keluarga besar Kapuas Hulu. Bersama bangun desa, karena desa kuat, Kapuas Hulu pasti maju.


Dengan ditandatanganinya deklarasi damai, peluru start Pilkades 2026 resmi dibunyikan. Kini giliran masyarakat desa yang menentukan. Pilih yang terbaik, pilih yang melayani, dan pilih yang menjaga persatuan Kapuas Hulu.(Dulhadi)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini