Memasuki Hari Kelima, Tim SAR Gabungan Terus Sisir Sungai Batu Ampar Cari Pemancing yang Diduga Diterkam Buaya

Editor: Redaksi author photo

Memasuki Hari Kelima, Tim SAR Gabungan Terus Sisir Sungai Batu Ampar Cari Pemancing yang Diduga Diterkam Buaya

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) 
– Ikhtiar pencarian terhadap Sulyadi (41), seorang warga yang hilang misterius saat memancing di perairan Dusun Karang Anyar, Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, masih terus diintensifkan. Memasuki hari kelima, Tim SAR Gabungan bersama personel Polsek Batu Ampar dan warga setempat terus menyisir kawasan yang dikenal sebagai habitat buaya muara tersebut.


Sulyadi dilaporkan hilang tanpa jejak pada beberapa hari lalu. Dugaan kuat mengarah pada serangan predator air, mengingat lokasi hilangnya korban merupakan kawasan rawan konflik satwa liar, khususnya buaya muara.


Pencarian Diperluas dan Diintensifkan

Kapolsek Batu Ampar, Kapolsek Batu Ampar, IPTU Fahrizal melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menegaskan bahwa kepolisian bersama seluruh unsur terkait tidak mengendurkan pergerakan di lapangan. Medan yang berat dan risiko tinggi di area perairan tidak menyurutkan komitmen tim gabungan untuk menemukan korban.


"Hingga hari ini, pencarian terhadap saudara Sulyadi telah memasuki hari kelima. Kami dari Polres Kubu Raya bersama Tim SAR Gabungan dan dibantu warga setempat masih terus mengintensifkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga radius yang diperluas," ujar Ade, Jumat (26/6/2026).


Ade menjelaskan, operasi penyelamatan ini dilakukan dengan membagi tim ke beberapa titik krusial guna memaksimalkan pengamatan, baik di permukaan air maupun di sepanjang tepian sungai yang didominasi vegetasi lebat.


Imbauan Tegas Kepolisian: Tingkatkan Kewaspadaan

Mengingat karakteristik wilayah Perairan Sungai Batu Ampar yang merupakan habitat asli buaya muara, Polres Kubu Raya mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat. Kepolisian meminta warga untuk sementara waktu menahan diri atau meningkatkan kewaspadaan berlipat ganda saat beraktivitas di air.


"Kami memohon dan mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, terutama yang kerap beraktivitas di sekitar perairan Batu Ampar, untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah tersebut dikenal sebagai habitat alami buaya," kata Ade menegaskan. (Tim Liputan)

Editor : Aan




Share:
Komentar

Berita Terkini