Kolaborasi Klinik Pratama Untan dan Dinkes Singkawang Tingkatkan Kompetensi Petugas FKTP Melalui Pelatihan Pandu PTM
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), Klinik Pratama Universitas Tanjungpura (Untan) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang serta UPT Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pandu PTM) bagi Petugas Pelaksana Program di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Angkatan I.
Kegiatan yang berlangsung pada 8 hingga 14 Juni 2026 tersebut dilaksanakan di UPT Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan diikuti oleh petugas kesehatan yang bertugas di berbagai FKTP.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan penyakit tidak menular yang terus meningkat.
Pelaksanaan pelatihan ini merupakan bentuk sinergi antara institusi pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan kesehatan dalam mendukung program transformasi layanan kesehatan primer. Setelah pelaksanaan di Kota Singkawang, program serupa juga direncanakan akan menyasar kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Barat.
Kepala Klinik Pratama Untan, dr. Eka Ardiani Putri, M.MKes., MH, yang hadir sebagai narasumber dan pembicara dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa penguatan kompetensi petugas kesehatan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut dr. Eka, Pandu PTM merupakan pendekatan pelayanan yang mengintegrasikan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam penanganan penyakit tidak menular di tingkat pelayanan primer.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan para petugas di FKTP memiliki pemahaman dan keterampilan yang sama dalam menerapkan pelayanan Pandu PTM. Dengan pelayanan yang terstandar, masyarakat akan memperoleh deteksi dini, penanganan, dan pemantauan penyakit tidak menular secara lebih optimal," ujar dr. Eka.
Ia menjelaskan bahwa saat ini beban penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke terus meningkat sehingga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten.
"Kolaborasi antara Klinik Pratama Untan, Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang, serta UPT Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat ini menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan, para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di fasilitas kesehatan masing-masing sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif dan berkualitas," tambahnya.
Melalui pelatihan ini, para peserta mendapatkan materi teori, diskusi kasus, hingga praktik pelayanan yang berfokus pada implementasi Pandu PTM di FKTP.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular di Kalimantan Barat.
Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Klinik Pratama Untan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan di daerah, demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan produktif. (Tim Liputan)
Editor : Aan