Hadapi Kemarau Ekstrem, Bupati Sujiwo Perkuat Kolaborasi Cegah Karhutla: Kubu Raya Jadi Daerah Prioritas Nasional

Editor: Redaksi author photo

 Hadapi Kemarau Ekstrem, Bupati Sujiwo Perkuat Kolaborasi Cegah Karhutla: Kubu Raya Jadi Daerah Prioritas Nasional
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan kesiapan pemerintah daerah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang diprediksi semakin ekstrem. Hal itu disampaikannya usai menerima kunjungan Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan Kementerian Lingkungan Hidup bersama jajaran lintas sektor di Kantor Bupati Kubu Raya. Kamis (25/6/2026).

Sujiwo mengungkapkan, Kubu Raya terpilih sebagai salah satu dari 13 daerah operasional pengendalian kebakaran lahan di Indonesia. Menurutnya, penunjukan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga damkar swasta dalam mencegah dan menangani karhutla.

"Masalah kebakaran hutan dan lahan tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja. Harus ada kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi yang kuat. Semua pihak harus bergerak bersama," tegas Sujiwo.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kubu Raya akan menyiapkan personel untuk mendukung operasional kantor pengendalian kebakaran lahan yang akan dibentuk Kementerian Lingkungan Hidup. Selain itu, pemerintah daerah juga akan mendukung penyediaan sarana dan prasarana, termasuk membantu penguatan Masyarakat Peduli Api dan damkar swasta dengan peralatan pemadaman.

Sujiwo menyebut, usulan anggaran sekitar Rp2 miliar dari pemerintah pusat untuk operasional pengendalian karhutla di Kubu Raya menjadi kabar baik dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Ia juga mengapresiasi dukungan TNI dan Polri yang selama ini aktif membantu penanggulangan karhutla. Menurutnya, keberadaan berbagai satuan TNI, Brimob, hingga relawan menjadi kekuatan besar yang harus terus disinergikan.

Di akhir keterangannya, Sujiwo mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas pembakaran apa pun selama musim kemarau.

"Dampak kebakaran sangat luas, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga transportasi. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat menahan diri dan bersama-sama menjaga Kubu Raya agar terbebas dari kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini