Gandeng IPDN Cari Terobosan PAD, Bupati Sujiwo: Daerah Harus Berani Berinovasi di Tengah Tekanan Fiskal

Editor: Redaksi author photo

 Gandeng IPDN Cari Terobosan PAD, Bupati Sujiwo: Daerah Harus Berani Berinovasi di Tengah Tekanan Fiskal
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)  – Bupati Kubu Raya Sujiwo menyambut baik kehadiran Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang menjadikan Kabupaten Kubu Raya sebagai lokasi penelitian terkait strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan fiskal yang semakin kompleks. (17/6/2026).

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada teman-teman dari IPDN yang telah mempercayakan Kabupaten Kubu Raya sebagai lokus penelitian. Ini sangat relevan dengan kebutuhan daerah saat ini, terutama dalam mencari terobosan dan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan PAD," ujar Sujiwo.

Ia menjelaskan, kondisi fiskal saat ini menuntut pemerintah daerah untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif dalam mencari sumber pendapatan baru. Menurutnya, situasi tersebut harus dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang untuk melahirkan berbagai terobosan.

"Kita harus melihat kondisi ini dari sisi positif. Daerah dituntut dan dipaksa untuk memeras otak, menghadirkan inovasi, kreativitas, dan langkah-langkah konkret agar mampu meningkatkan kemandirian fiskal," katanya.

Sujiwo mengungkapkan bahwa salah satu langkah yang telah dilakukan adalah melakukan efisiensi terhadap belanja-belanja rutin yang dinilai tidak berdampak langsung kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya mengoptimalkan dukungan dari pihak ketiga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Namun demikian, menurutnya, fokus utama tetap pada upaya penggalian dan peningkatan PAD. Ia menyebut hasil evaluasi terbaru menunjukkan peningkatan PAD masih belum signifikan dibandingkan kebutuhan pembiayaan daerah.

"Kami sudah melakukan rapat bersama Bapenda dan menargetkan peningkatan PAD. Namun realisasinya masih sekitar 0,9 persen. Artinya, kita masih memiliki pekerjaan rumah yang besar karena kontribusi PAD terhadap total belanja daerah masih jauh dari ideal," ungkapnya.

Karena itu, Sujiwo menilai penelitian yang dilakukan IPDN menjadi momentum penting untuk menghasilkan rekomendasi dan solusi strategis bagi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

"Ini benar-benar gayung bersambut. Persoalan peningkatan PAD memang menjadi salah satu hal yang setiap hari saya pikirkan. Ketika mendapat informasi bahwa IPDN melakukan penelitian dengan tema ini, tentu saya sangat menyambut baik," ujarnya.

Lebih lanjut, Sujiwo menegaskan bahwa kerja sama dengan IPDN tidak akan berhenti pada penelitian semata. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen membangun komunikasi dan kolaborasi jangka panjang dengan dunia akademik untuk memecahkan berbagai persoalan pembangunan daerah.

"Saya ingin setelah kegiatan ini selesai, komunikasi tetap berlanjut. Kita akan membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan IPDN dan kalangan akademisi. Banyak persoalan yang perlu kita pecahkan bersama melalui kajian ilmiah dan masukan yang objektif," tegasnya.

Menurut Sujiwo, tantangan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah ke depan tidak akan semakin ringan. Karena itu, pemerintah memerlukan dukungan berbagai pihak agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data, kajian, dan strategi yang matang.

"Tantangan ke depan saya yakin semakin berat. Karena itu, kita harus menghadapinya dengan langkah-langkah konkret dan strategis. Akademisi memiliki peran penting memberikan masukan agar pemerintah lebih siap dalam mengambil keputusan dan menyusun kebijakan pembangunan," pungkasnya. (tim Liputan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini