KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) - Fast Retailing Foundation (FR Foundation) menggelar acara pelepasan bagi sembilan siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia, sebagai penerima beasiswa angkatan pertama Program Beasiswa Studi ke Jepang pada 17 Juni 2026 di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah Indonesia dan Jepang, yaitu pejabat Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, kalangan akademisi, orang tua/wali penerima beasiswa, serta media. Momen ini menjadi kesempatan untuk memberikan dukungan sekaligus menyampaikan harapan bagi perjalanan akademik para penerima beasiswa yang akan melanjutkan pendidikan tinggi di Jepang. (17/6/2026).
Atas
kiri-kanan: Ahmad Rizky Alkiano (Sekolah Pribadi Depok), Kyanra Altaira Hubie Hartadi (SMA
Mentari Intercultural, Jakarta), Albert Christian Halim (SMA Kolese
Loyola), Skyla Nicole Tedy (SMAK Cita Hati Christian, Surabaya), Felicia
Natalie (SMA Victory Plus, Bekasi), Theobald Bimasuta (SMA Kolese
Canisius, Jakarta), Hasanurrofiiq (SMAN 67, Jakarta), Jovan Nugroho
(SMA Kolese Canisius, jakarta), Arga Wibawa (SMA Islam Al-irsyad Satya,
Bandung).
Bawah kiri-kanan: Tatsuo Kosuge, Direktur PT Fast Retailing Indonesia
(UNIQLO Indonesia), Yuli Haryanto, Direktur Sekolah Menengah Atas,
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Daisuke Hoshino, Menteri
Informasi dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Yoshio Ishida,
Sekretaris Jenderal Fast Retailing Foundation.
Program
Beasiswa Indonesia dari FR Foundation dirancang untuk mendukung siswa-siswi
berprestasi yang memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan studi ke Jepang,
sehingga keterbatasan finansial tidak menjadi hambatan dalam mengakses
pendidikan tinggi di universitas-universitas Jepang. Melalui pengalaman belajar
di Jepang, program ini bertujuan membekali para penerima beasiswa dengan
wawasan, perspektif, dan pengalaman baru yang dapat menjadi bekal untuk berkontribusi
di bidang masing-masing pada masa depan.
Beasiswa
ini merupakan bantuan pendidikan penuh yang tidak perlu dikembalikan (non-repayable
grant), mencakup biaya kuliah, biaya hidup, serta berbagai kebutuhan
pendukung selama masa studi di luar negeri. Selain itu, program ini menerapkan
skema pendanaan yang telah dipastikan sebelum proses penerimaan universitas,
sehingga para siswa dapat mengajukan pendaftaran ke universitas dengan
kepastian dukungan finansial apabila diterima.
Pada
periode pendaftaran tahun 2025, program ini menerima lebih dari 600 pendaftar
dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari kota-kota besar di Pulau Jawa
hingga Sulawesi, Sumatra, dan Papua. Setelah melalui proses seleksi yang ketat,
sembilan siswa terpilih sebagai penerima beasiswa angkatan pertama. Para
penerima beasiswa akan menempuh berbagai bidang studi, antara lain teknik
dirgantara, ilmu material, pertanian, biologi kelautan, ilmu komputer,
kebijakan publik, ekonomi, dan pendidikan. Para siswa dijadwalkan memulai studi
program sarjana berbahasa Inggris di berbagai universitas di Jepang pada musim
gugur tahun 2026.
Dalam
acara pelepasan tersebut, para siswa juga menerima pesan dan dukungan dari
berbagai tokoh yang hadir. Daisuke Hoshino, Menteri Informasi dan
Kebudayaan, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia menyampaikan, "Jepang
dan Indonesia telah membangun hubungan yang erat melalui pertukaran masyarakat
yang berlangsung selama bertahun-tahun. Masa studi para siswa di Jepang tidak
hanya akan memberikan pengalaman akademik, tetapi juga kesempatan untuk
mengenal beragam perspektif dan memperluas wawasan. Kami berharap pengalaman
tersebut dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan para siswa di masa
depan."
Yuli
Haryanto, Direktur Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah turut memberikan pernyataannya, “Indonesia dan Jepang telah membangun kemitraan yang erat di bidang
pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, dan kami terdorong untuk
melihat kerja sama ini semakin diperkuat tidak hanya di tingkat pemerintahan,
tetapi juga melalui inisiatif beasiswa dari Fast Retailing Foundation. Kami
sangat menghargai Fast Retailing Foundation sebagai organisasi yang
berkontribusi terhadap masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan, dan berharap
beasiswa ini akan memperluas peluang bagi lebih banyak generasi muda di
Indonesia. Atas nama Kementerian Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah, kami
menyampaikan apresiasi atas peluncuran beasiswa ini, dan juga mendukung para
penerima beasiswa sebagai perwakilan Indonesia di Jepang, untuk melanjutkan
studi dengan penuh integritas dan menjunjung tinggi kehormatan bangsa. Kami
berharap program ini dapat berkontribusi terhadap pembangunan sosial melalui
pertumbuhan siswa juga semakin memperkuat kerja sama pendidikan antara kedua
negara.”
Tadashi
Yanai, Presiden Fast Retailing Foundation turut menyampaikan pesannya, "Belajar
di Jepang bukan hanya tentang menambah pengetahuan di bidang yang diminati,
tetapi juga tentang mengenal cara berpikir dan nilai-nilai yang berbeda. Saat
ini dunia semakin terhubung, sehingga tidak ada negara yang dapat berkembang
sendiri tanpa berinteraksi dengan negara lain. Saya berharap para penerima
beasiswa dapat memikirkan peran yang ingin diambil di tengah masyarakat global,
termasuk dalam mempererat hubungan antara Indonesia dan Jepang.
Selama
menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, saya berharap para penerima beasiswa
dapat bertemu dengan banyak teman dari berbagai latar belakang dan memperoleh
beragam pengalaman baru. Setiap pengalaman tersebut akan menjadi pelajaran
berharga sekaligus sumber kekuatan yang mendukung perjalanan di masa depan.
Kami menantikan kiprah para penerima beasiswa di tingkat global dan berharap
mereka dapat tumbuh menjadi generasi pemimpin yang turut membentuk masa depan
yang lebih baik."
FR
Foundation berkomitmen untuk berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang
lebih baik melalui penelitian, pendidikan, dan pengembangan sumber daya
manusia. Program beasiswa ini pertama kali diluncurkan di Vietnam pada tahun
2022 dan diperluas ke Indonesia pada tahun 2025. Tahun ini, program serupa juga
akan dibuka di Filipina. Kedepannya, FR Foundation akan terus mendukung
generasi muda dalam mengembangkan potensi mereka melalui akses pendidikan yang lebih
luas. (Tim Liputan)
Editor : Aan