KALBARNEWS.CO.ID (KAPUAS HULU) - Bupati Fransiskus Tutup Gawai Entibab 2026 di Silat Hulu Adat Itu Identitas, Harus Dijaga Generasi MudaBupati Fransiskus Tutup Gawai Entibab 2026 di Silat Hulu Adat Itu Identitas, Harus Dijaga Generasi Muda
Ribuan warga Dayak memadati lokasi. Mereka antusias mengikuti seluruh rangkaian acara adat yang menjadi agenda budaya tahunan masyarakat Silat Hulu.
Hadir mendampingi Bupati, anggota DPRD Kapuas Hulu, kepala OPD, unsur Forkopimcam Silat Hulu, perangkat desa, tokoh adat, hingga tokoh masyarakat.
Kedatangan Bupati Fransiskus disambut dengan prosesi adat khas Dayak. Kepala Desa Nanga Dangkan mengalungkan selendang adat dan menyuguhkan tuak sebagai tanda penghormatan.
Rombongan kemudian diiringi tarian tradisional menuju panggung utama. Suasana makin meriah dengan penampilan tarian budaya dan lagu daerah. Liriknya menggambarkan kekayaan seni masyarakat Dayak di wilayah perbatasan ini.
Puncak prosesi adat ditandai pembukaan tempayan tuak pemali. Tindakan simbolis itu dilakukan Anggota DPRD Kapuas Hulu bersama para tokoh adat. Tuak pemali lalu dibagikan sesuai tata cara adat turun-temurun sebagai tanda Gawai Entibab resmi dimulai.
Dalam sambutannya, Bupati Fransiskus mengapresiasi panitia, tokoh adat, dan warga yang konsisten menjaga tradisi. Ia menyebut Gawai Entibab bukan hanya pesta adat.
"Gawai ini ungkapan syukur atas berkat dan hasil usaha yang kita peroleh. Tapi juga sarana mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menjaga identitas budaya masyarakat Dayak," kata Bupati.
Ia menegaskan, adat dan budaya adalah aset daerah. Kalau dikelola dengan baik, bisa menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kapuas Hulu.
Bupati menitip pesan khusus ke generasi muda. "Adat itu identitas. Jangan malu jadi orang Dayak. Terus cintai, pelajari, dan lestarikan adat istiadat. Itu warisan berharga yang akan jadi kekuatan kita membangun daerah ke depan," tegasnya.
Penutupan Gawai Entibab 2026 ditandai dengan doa bersama dan ramah tamah. Warga Silat Hulu berharap tradisi ini terus hidup dan jadi daya tarik wisata budaya Kapuas Hulu ke depan.(Dulhadi)
Editor : Aan