BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 3 Hari, Sejumlah Wilayah Kalbar Berstatus Waspada Hujan Lebat

Editor: Redaksi author photo

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 3 Hari, Sejumlah Wilayah Kalbar Berstatus Waspada Hujan Lebat
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK)  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Kalimantan Barat. Sejumlah kabupaten dan kota di Kalbar diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi pada 21–22 Juni 2026.

Berdasarkan pembaruan data BMKG pada Minggu (21/6/2026) pukul 08.12 WIB, status Waspada diberikan kepada beberapa wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

Pada Minggu, 21 Juni 2026, wilayah yang masuk dalam peringatan dini meliputi Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Kubu Raya, Landak, Sambas, Sanggau, Sekadau, serta Kota Singkawang.

Sementara pada Senin, 22 Juni 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan meluas ke Kabupaten Melawi dan Sintang, sehingga total terdapat sembilan daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan, yakni Bengkayang, Kapuas Hulu, Kubu Raya, Melawi, Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang, dan Kota Singkawang.

Kabar baiknya, untuk Selasa, 23 Juni 2026, BMKG tidak mencatat adanya wilayah di Kalimantan Barat yang masuk dalam kategori peringatan dini cuaca atau nihil peringatan cuaca signifikan.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak lengah mengingat kondisi cuaca dapat berubah secara cepat, terutama pada masa peralihan musim yang sering ditandai dengan pembentukan awan hujan secara lokal.

Dalam rilis tersebut, BMKG juga menyebutkan bahwa tidak terdapat wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang selama periode 21 hingga 23 Juni 2026.

BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan banjir, longsor, dan genangan air, agar terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi serta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan.

Peringatan dini ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini. Curah hujan yang meningkat di sejumlah wilayah berpotensi memicu genangan, banjir lokal, hingga terganggunya aktivitas transportasi dan pertanian.

Dengan tidak adanya potensi angin kencang dalam tiga hari ke depan, ancaman cuaca lebih banyak berasal dari intensitas hujan yang diperkirakan meningkat di beberapa wilayah. (Tim Liputan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini