BMKG: Curah Hujan Kalbar Meningkat, Warga Diminta Tetap Waspada Meski Kemarau Mulai Datang

Editor: Redaksi author photo

 BMKG: Curah Hujan Kalbar Meningkat, Warga Diminta Tetap Waspada Meski Kemarau Mulai Datang

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) 
– Memasuki dasarian II Juni 2026 atau periode 11–20 Juni, BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat memprediksi curah hujan di sebagian besar wilayah Kalbar masih berada pada kategori menengah dengan kisaran 50–100 mm per dasarian.

Meski sejumlah wilayah mulai memasuki musim kemarau, hujan masih berpotensi turun di berbagai daerah. BMKG mencatat curah hujan tertinggi pada periode sebelumnya terjadi di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, dengan kategori sangat tinggi.

Dari hasil pemantauan atmosfer, suhu muka laut di sekitar perairan Kalbar masih berada dalam kondisi hangat dan anomali OLR bernilai negatif yang mengindikasikan masih tingginya potensi pembentukan awan hujan di wilayah Kalimantan Barat.

BMKG juga mengungkapkan fenomena El Nino terus menguat dengan indeks ENSO mencapai +1,04 dan diprediksi menuju kategori moderat hingga kuat pada periode Juni–Agustus 2026. Namun, sebagian besar wilayah Kalbar masih memiliki karakteristik hujan sepanjang tahun.

Sementara itu, musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Juni dasarian II di sebagian wilayah Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, dan Melawi. Adapun puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Juli hingga September 2026, bergantung pada wilayah masing-masing.

Untuk periode 11–20 Juni, peluang curah hujan kurang dari 100 mm dengan probabilitas di atas 70 persen diperkirakan terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Kalbar, mulai dari Sambas hingga Kapuas Hulu.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi dampak hujan, seperti genangan, banjir lokal, dan gangguan aktivitas, terutama di daerah yang masih berpotensi menerima hujan dengan intensitas menengah. (tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini