KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) -Aliansi Masyarakat Kalbar bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kalimantan Barat menggelar aksi damai sebagai bentuk dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program prioritas Presiden Prabowo Subianto, di Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura (Untan). Sabtu 20 Juni 2026.Aliansi Masyarakat Kalbar bersama Ormas di Kalbar menggelar aksi damai dukungan penuh MBG. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto, di Bundaran Digulis Untan Pontianak, Sabtu 20 Juni 2026
Koordinator Aliansi Masyarakat Kalbar, Hidayat, menyatakan pihaknya mendukung pelaksanaan Program MBG karena dinilai menjadi langkah konkret negara dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
"Bagi kami, MBG bukan sekadar program bagi-bagi makanan. Ini adalah langkah konkret negara hadir memastikan tidak ada anak Indonesia yang belajar dalam keadaan lapar. Ini adalah investasi paling dasar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," katanya.
Menurut Hidayat, salah satu alasan utama mendukung MBG adalah untuk memutus rantai stunting di Kalimantan Barat.
Ia menyebut berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting di Kalbar masih mencapai 22,1 persen atau sekitar satu dari lima anak berisiko mengalami gagal tumbuh.
Ia mengatakan program tersebut menyasar langsung sekolah dan posyandu sehingga intervensi gizi dapat diberikan kepada anak pada usia emas.
Selain itu, Hidayat menilai MBG dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Menurutnya, orang tua berpotensi menghemat pengeluaran sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per anak setiap bulan sehingga dana tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan lain seperti pembelian buku, seragam sekolah, maupun modal usaha.
"Di tengah harga bahan pokok yang fluktuatif, MBG adalah jaring pengaman sosial yang nyata," ujarnya.
Hidayat juga menilai program tersebut berpotensi menggerakkan perekonomian lokal apabila pelaksanaannya mengutamakan produk hasil pertanian, peternakan, dan perikanan dari Kalimantan Barat.
Ia menyebut kebutuhan bahan pangan MBG dapat dipenuhi dari berbagai daerah di Kalbar, seperti beras dari Sambas, telur dari Kubu Raya, sayuran dari Bengkayang, serta ikan dari Kapuas.
"MBG harus jadi ekosistem, bukan proyek impor," katanya.
Di sektor pendidikan, Hidayat menyebut anak yang memperoleh asupan makanan bergizi akan lebih fokus mengikuti proses belajar.
Ia mengatakan laporan guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menyebut tingkat kehadiran siswa meningkat sejak pelaksanaan uji coba MBG.
"Perut kenyang, sekolah tenang, prestasi naik," ujarnya.
Ia juga menilai Program MBG merupakan bentuk keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat, khususnya dalam menjadikan pemenuhan gizi anak sebagai agenda utama negara.
Hidayat menyampaikan sasaran Program MBG di Kalimantan Barat diperkirakan mencakup sekitar 800 ribu siswa mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, serta ibu hamil dan balita.
Menurutnya, apabila satu porsi makanan bernilai Rp15 ribu, maka perputaran ekonomi dari program tersebut dapat mencapai sekitar Rp12 miliar per hari bagi pelaku UMKM lokal.
Meski menyatakan dukungan, Hidayat menegaskan pihaknya tetap mengawal pelaksanaan program agar berjalan sesuai sasaran.
Ia meminta data penerima manfaat dibuka dan diverifikasi sehingga bantuan diterima oleh kelompok yang berhak.
Selain itu, ia meminta penyusunan menu melibatkan ahli gizi dan BPOM dengan mengacu pada prinsip B2SA, yakni Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.
Hidayat juga mendorong transparansi anggaran, termasuk keterbukaan mengenai pemasok, harga, dan jumlah porsi makanan, serta menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik korupsi dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia turut meminta sedikitnya 70 persen bahan baku MBG berasal dari Kalimantan Barat.
"Kami akan bentuk tim relawan pantau MBG Kalbar untuk cek dapur, cek menu, cek distribusi," katanya.
Hidayat mengatakan dukungan terhadap MBG tidak berarti mengabaikan fungsi pengawasan. Menurutnya, polemik tidak boleh mengorbankan hak anak untuk memperoleh makanan bergizi.
"Kepada Presiden Prabowo, MBG jalan terus, rakyat Kalbar mendukung dan juga mengawasi," ujarnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan