Transportasi Sungai Kembali Normal, Agus Sudarmansyah Apresiasi Langkah Cepat Bupati Sujiwo Atasi Kelangkaan BBM
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah mengapresiasi langkah cepat Bupati Kubu Raya, Sujiwo dalam mengatasi persoalan kelangkaan dan mahalnya harga BBM yang sempat berdampak pada transportasi air dan sungai di wilayah Kubu Raya.
Menurut Agus Sudarmansyah, kebijakan dispensasi yang diberikan Bupati Kubu Raya menjadi solusi konkret sehingga distribusi BBM untuk angkutan umum sungai kembali berjalan lancar.
“ Kami mewakili masyarakat transportasi mengucapkan terima kasih atas langkah cepat Bupati Kubu Raya sehingga persoalan kelangkaan dan mahalnya harga BBM untuk angkutan umum air dan sungai ini dapat diatasi. Hari ini seluruh kapal motor sudah kembali berjalan normal sesuai trayeknya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dispensasi yang diberikan menjadi dasar bagi SPBB untuk kembali menyalurkan BBM kepada para pengusaha kapal motor yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pasokan.
Namun demikian, Agus mengingatkan agar distribusi BBM benar-benar diawasi dan tidak terjadi kebocoran maupun penyalahgunaan.
“Kami minta dijaga jangan sampai ada kebocoran dan penyalahgunaan. Sebelum ada dispensasi dari Bupati, harga BBM yang sampai ke pengusaha kapal motor bisa menembus Rp16 ribu per liter bahkan lebih. Itu diduga berasal dari pasar gelap,” tegasnya.
Ia menilai tingginya harga BBM tersebut menjadi indikasi adanya distribusi ilegal atau kebocoran dari sejumlah titik penyaluran, baik dari tangki SPBU, SPBB maupun jalur distribusi lainnya.
Karena itu, Agus meminta operator Pertamina untuk memperketat pengawasan distribusi BBM di lapangan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Kami juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas apabila ditemukan pengusaha SPBU, SPBB atau pihak lain yang bermain dalam distribusi BBM ilegal. Jangan sampai dibiarkan berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, dampak kelangkaan BBM tidak hanya dirasakan sektor transportasi sungai, namun juga angkutan darat seperti truk pengangkut barang. Kondisi tersebut memicu kenaikan biaya distribusi yang berdampak terhadap melonjaknya harga kebutuhan pokok di masyarakat.
“Hari ini dampaknya terasa ke transportasi sungai dan juga angkutan darat. Akibatnya terjadi inflasi dan harga barang naik cukup tinggi di luar batas normal. Ini harus segera disikapi bersama,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan