| Tinjau Progres Pemulihan Pascabencana Banjir & Longsor Sumatra, UNIQLO Menyapa Langsung Penerima Manfaat dan Masyarakat Terdampak |
Hingga kini, UNIQLO Indonesia & Fast Retailing Global telah menyalurkan bantuan dana tunai senilai Rp11,1 miliar dan 30.000 potong pakaian sebagai respons kemanusiaan di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Pada akhir April lalu UNIQLO meninjau langsung ke wilayah Aceh Tengah, guna memastikan bahwa bantuan berdampak nyata pada kebutuhan masyarakat serta telah disalurkan secara tepat dan bertanggung jawab. (6 /5/2026).
UNIQLO mengunjungi langsung wilayah
Aceh Tengah untuk melihat hasil dan perkembangan dari pembangunan infrastruktur
pascabencana, serta progres pemulihan pada masyarakat yang terdampak. Kunjungan
ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UNIQLO untuk memastikan
bantuan yang diberikan berdampak nyata dalam mendukung masyarakat menjalani
masa pemulihan dan membangun kembali kehidupan mereka.
“Hingga kini, kami telah memberikan bantuan sebesar Rp11,1 miliar dan 30.000 pakaian, dengan harapan dapat mempercepat progres pemulihan di area terdampak. Total lebih dari 45.000 orang menerima manfaat dari donasi yang kami salurkan dengan 54% penerima manfaat adalah perempuan.
Melalui sederet program, kami
memprioritaskan untuk rumah tangga yang dikepalai perempuan, keluarga
pengungsi, anak-anak dan remaja, terutama perempuan, lansia, serta penyandang
disabilitas yang jumlahnya kurang lebih 5% dari keseluruhan masyarakat
terdampak. Dan dari sektor WASH (Air, Sanitasi, dan Kebersihan), kami mencatat
1,24 juta liter air bersih berhasil didistribusikan kepada lebih dari 67.000
orang di wilayah terdampak, “
ujar Irma Yunita, Corporate Affairs Director PT. Fast Retailing Indonesia
(UNIQLO).
Program UNIQLO untuk pemulihan pascabencana
Dalam masa pemulihan, telah
dijalankan program yang menjadi fokus utama mencakup pemenuhan kebutuhan dasar,
penyediaan akses air bersih melalui inisiatif WASH, dukungan psikososial, serta
memastikan anak-anak tetap dapat mengakses pendidikan dalam kondisi darurat,
sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat bertransisi menuju pemulihan.
Pada sektor WASH, selain lebih dari 67.000 orang yang telah mendapatkan akses
air bersih, sebanyak 75 sekolah saat ini sedang direnovasi dan 25 sumur bor
sedang dibangun.
Pada inisiatif pemberian dukungan
pemulihan berbasis komunitas yang berkelanjutan, pada program pemulihan ini
berhasil memberikan pelatihan terhadap 30 tenaga kesehatan-80% diantaranya
perempuan- lebih dari 500 orang terlibat dalam sesi dukungan psikososial, lebih
dari 80 mitra dilatih untuk dapat berperan dalam perlindungan dan pencegahan
kekerasan berbasis gender serta mekanisme pelaporannya.
Total bantuan berupa dana tunai senilai Rp11,1 miliar dan 30.000 potong pakaian baru yang diberikan UNIQLO disalurkan melalui mitra kemanusiaan dan pemerintah, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI), Save the Children Indonesia, Plan International Indonesia, dan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Tercatat lebih dari 67.000 orang
telah menerima manfaat, bantuan yang diberikan termasuk pakaian layak pakai
bagi keluarga yang kehilangan seluruh barang pribadinya; mendukung respon
darurat di sektor WASH (air bersih dan sanitasi); perlindungan anak dan
perempuan, serta pendidikan darurat, yang menjadi kebutuhan paling mendesak di
lokasi pengungsian; membantu penyediaan perlengkapan higienitas, dukungan
psikososial, serta sarana belajar sementara bagi anak-anak agar mereka dapat
kembali beraktivitas dengan aman dan bermartabat.
Dini Widiastuti, Direktur
Eksekutif Plan International Indonesia
mengatakan, “Bersama
UNIQLO, kami memastikan bantuan tidak hanya menjawab kebutuhan darurat seperti
akses air bersih, tetapi juga mendukung pemulihan jangka panjang, termasuk
pendidikan dan perlindungan anak di situasi krisis. Kolaborasi ini menunjukkan
bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja sama berbagai pihak. UNIQLO
tidak hanya hadir sebagai pemberi bantuan, tetapi sebagai mitra yang
berkolaborasi untuk memastikan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.“”
Tak hanya meninjau progres
pembangunan yang sedang berjalan, UNIQLO yang hadir langsung di Takengon, Aceh
Tengah juga menyapa langsung masyarakat terdampak dan memberikan bantuan
peralatan sekolah kepada anak-anak terdampak bencana. Dampak nyata dari kehadiran
dirasakan sekaligus memahami kebutuhan lanjutan masyarakat dalam proses
pemulihan.
Pada kunjungan kali ini, Irma bersama Tatsuo Kosuge, Chief Financial Officer UNIQLO Indonesia dan Shu Nagae, COO UNIQLO Indonesia, beserta UNIQLO Indonesia lainnya berkesempatan melihat langsung kemajuan perkembangan proses pemulihan masyarakat terdampak, termasuk dampak bantuan yang sebelumnya diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pada masa krisis dan juga menjaga martabat dan kenyamanan pada masyarakat terdampak.
Kehadiran langsung di lapangan penting bagi UNIQLO untuk
memastikan bahwa bantuan benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat
terdampak serta disalurkan secara tepat dan bertanggung jawab.
Melalui kunjungan lapangan bersama
mitra, UNIQLO dapat melihat langsung kondisi pengungsian, memahami tantangan
yang dihadapi anak-anak dan perempuan, serta memastikan bahwa distribusi
bantuan—termasuk pakaian dan
dukungan pemulihan—berjalan
sesuai dengan prinsip keselamatan, martabat, dan inklusivitas. Kehadiran ini
juga menjadi wujud empati dan solidaritas UNIQLO terhadap masyarakat yang
terdampak bencana.
“Bantuan
dari berbagai pihak, termasuk UNIQLO, sangat berarti bagi masyarakat kami.
Perbaikan fasilitas sekolah dan sanitasi telah membantu mengembalikan semangat
anak-anak dan masyarakat. Solidaritas dan gotong royong menjadi kunci dalam
proses pemulihan ini. Saat ini, kebutuhan utama kami masih pada perbaikan
infrastruktur, seperti akses jalan, jembatan, dan sarana pendukung ekonomi
masyarakat. Dukungan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar proses pemulihan
dapat berjalan lebih cepat, “
ujar Bupati Aceh Tengah: Drs. Haili Yoga, M.Si
Salah satu penerima manfaat turut
mengungkapkan rasa terima kasihnya, Leni, warga Desa Bintang, Takengon, Aceh
Tengah mengatakan, “Bantuan
yang kami terima sangat berarti, terutama pakaian baru yang membuat anak-anak
senang dan memberi kami semangat kembali. Di tengah kondisi sulit, perhatian
seperti ini membuat kami merasa tidak sendiri. Walaupun masih berat, kami
berusaha tetap kuat dan saling menyemangati. Harapan kami sederhana, bisa
kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya dan melihat anak-anak tumbuh
dengan baik. “”
Melalui filosofi LifeWear dan The
Power of Clothing, UNIQLO percaya bahwa pakaian bukan hanya kebutuhan
dasar, tetapi juga dapat membantu memulihkan martabat dan memberikan rasa
nyaman bagi masyarakat terdampak. UNIQLO berharap program yang dilaksanakan
berdasarkan bantuan yang telah diberikan dapat mengembalikan kehidupan serta
menyembuhkan trauma pada masyarakat. Kedepannya, UNIQLO berkomitmen untuk terus
mendukung masyarakat yang membutuhkan, tidak hanya dalam fase darurat tetapi
juga dalam proses pemulihan. Ke depan, UNIQLO akan terus berkolaborasi dengan
mitra terpercaya berbagai inisiatif sosial dan kemanusiaan, dengan fokus pada
anak-anak, perempuan, dan komunitas rentan.
Melalui pendekatan jangka panjang
dan kerja sama yang berkelanjutan, UNIQLO ingin berkontribusi pada pemulihan
yang lebih inklusif, memperkuat ketahanan masyarakat, serta memastikan tidak
ada yang tertinggal dalam situasi krisis. (Tim Liputan)
Editor : Aan