Helmi: Data Akurat Jadi Kunci Percepatan Penanganan Kemiskinan di Sintang
KALBARNEWS.CO.ID (SINTANG) — Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Helmi, mewakili Bupati Sintang membuka Rapat Koordinasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial–Next Generation (SIKS-NG) Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila, Kamis (7/5/2026).
Rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sintang tersebut diikuti oleh para lurah, kepala desa, serta operator SIKS-NG se-Kabupaten Sintang.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sintang, Ulidal Muhtar, beserta jajaran dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Helmi menegaskan bahwa data yang akurat menjadi kunci utama dalam penyusunan kebijakan pemerintah, khususnya dalam penanganan kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial.
“Tanpa data yang akurat, kebijakan yang kita buat ibarat berjalan dalam kegelapan. Sering kali kita dihadapkan pada persoalan ketidaktepatan sasaran bantuan sosial, program kemiskinan yang tumpang tindih, atau justru masih ada masyarakat miskin yang belum tersentuh bantuan. Hal itu terjadi bukan karena kita tidak bekerja, melainkan karena data yang digunakan belum terintegrasi dengan baik,” ujar Helmi.
Ia menjelaskan, SIKS-NG merupakan aplikasi yang digunakan untuk menginput dan memperbarui data kemiskinan di setiap desa dan kelurahan secara terpadu dan efisien.
“SIKS-NG dirancang sebagai alat yang efisien dan terpadu dalam manajemen informasi kemiskinan. Dengan fokus pada keakuratan dan ketepatan data, aplikasi ini bertujuan menyediakan sarana yang efektif bagi pihak terkait dalam mengumpulkan dan memperbarui data kemiskinan di tingkat lokal, sehingga mampu mendukung perencanaan dan implementasi program bantuan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Helmi berharap seluruh operator SIKS-NG dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh agar proses pemutakhiran data berjalan optimal.
“Saya berharap seluruh operator SIKS-NG memahami tata cara pemutakhiran data dengan baik, sehingga DTSEN di Kabupaten Sintang menjadi data yang terpercaya dan terpadu. Dengan pengelolaan data yang akurat, kita optimistis mampu mempercepat penanganan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengelolaan data sosial dan ekonomi di daerah.
“Pengelolaan data ini tidak bisa dikerjakan oleh Dinas Sosial saja. Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan komitmen seluruh perangkat daerah, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga pemerintah desa,” tegas Helmi.
Selain itu, Helmi menekankan pentingnya validitas data sebagai dasar utama penentuan sasaran program bantuan dan subsidi pemerintah.
“Tidak boleh lagi ada data fiktif atau data yang tidak dimutakhirkan melalui musyawarah desa, musyawarah kelurahan, maupun Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM). Data harus real time dan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan