KALBARNEWS.CO.ID (KAPUAS HULU) - Upaya selundupkan sabu lewat jasa travel ke pedalaman Kapuas Hulu digagalkan aparat gabungan. Seorang pemuda berinisial MN, 21 tahun, diciduk saat mengambil paket mencurigakan di Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu.Bungkus Sabu Pakai Kapas, Pemuda 21 Tahun Diringkus TNI-Polri Saat Ambil Paket Travel di Empanang
Penangkapan pada Selasa sore itu jadi bukti sinergi TNI-Polri di perbatasan. Polsek Empanang, Koramil, dan Satgas Pamtas RI-Malaysia Pos Kantuk Asam bergerak bersama setelah dapat informasi akurat.
Kapolsek Empanang Iptu Saur Hamonangan Purba menjelaskan, kasus ini bermula dari info intelijen. Ada pengiriman paket diduga sabu dari Pontianak menuju Empanang pakai travel. Target: seorang pria yang akan menjemput paket.
Menindaklanjuti info itu, Kanit Reskrim Polsek Empanang langsung koordinasi dengan Koramil dan Satgas Pamtas. Titik kedatangan travel dipetakan, pengawasan diperketat.
Sekitar pukul 16.00 WIB, target muncul. MN terlihat mengambil paket di lokasi kedatangan. Gerak-geriknya mencurigakan. Petugas yang sudah siaga langsung mengamankan.
Kapolsek Empanang Iptu Saur Hamonangan Purba ,membeberkan hasil penggeledahan di tempat. Paket dibungkus plastik hitam.
Di dalamnya ada kapas. Modus lama kapas dipakai untuk mengelabui petugas agar dikira paket biasa.
Setelah kapas disibak, ditemukan satu plastik klip transparan berisi kristal putih. Diduga kuat sabu dengan berat bruto 1,50 gram. Selain itu, satu unit telepon genggam milik MN ikut disita sebagai barang bukti untuk pengembangan.
Keberhasilan juga tak lepas dari solidnya aparat di garis depan. Personel yang terlibat terdiri dari unit Reskrim Polsek Empanang, anggota Koramil Empanang, serta personel Satgas Pamtas Pos Kantuk Asam.
“Wilayah perbatasan rawan jadi jalur masuk narkoba. Makanya sinergi TNI-Polri wajib. Sekali lengah, barang haram bisa lolos ke kampung-kampung,” tegas Kapolsek Empanang.
Usai ditangkap, MN dan barang bukti langsung diamankan ke Mapolsek Empanang. Selanjutnya pelaku diserahkan ke Satresnarkoba Polres Kapuas Hulu guna proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.
Penyidik akan mendalami asal barang, siapa pengirim di Pontianak, dan apakah MN bagian dari jaringan yang lebih besar. HP milik pelaku jadi kunci melacak komunikasi dan transaksi.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk Kapuas Hulu, terutama jalur transportasi umum seperti travel, bus, dan speed boat. Tujuannya jelas: memutus rantai peredaran narkotika di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat.
Dari Empanang, pesan aparat tegas. Bungkus sabu pakai kapas, kardus, atau boneka sekalipun, kalau masuk Kapuas Hulu, tetap akan tercium.(Dulhadi)
Editor : Aan