KALBARNEWS.CO.ID (BANJARMASIN) – Bakti Budaya Djarum Foundation terus
berupaya memperkuat ekosistem seni pertunjukan di Indonesia melalui berbagai
inisiatif yang mendorong lahirnya karya-karya kreatif dan profesional. Salah
satunya melalui Bincang Kreatif Seni Pertunjukan, yang kali ini hadir di
Banjarmasin sebagai bagian dari rangkaian program Ruang Kreatif Seni
Pertunjukan 2026. (.jpg)
Bincang Kreatif Seni Pertunjukan Hadir di Banjarmasin, Dorong Pelaku Seni Lokal Kembangkan Karya Dari Ide Ke Panggung
Diselenggarakan di
Lecture Theater FISIP, Universitas Lambung Mangkurat, kegiatan ini dihadiri
oleh sekitar 200 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga komunitas dan
praktisi seni pertunjukan di Banjarmasin. Mengusung tema ‘Dari Ide Ke
Panggung’, acara ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan inspirasi bagi
para pelaku seni untuk memahami proses kreatif dan manajemen produksi secara
lebih komprehensif.
Billy
Gamaliel, Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation
menjelaskan, “Bincang Kreatif Seni Pertunjukan kami hadirkan sebagai tahap awal
dari program Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026. Melalui kegiatan ini, kami
ingin mendorong para pelaku seni, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya
berani berkarya tetapi juga memahami bagaimana mengembangkan ide menjadi karya
yang matang dan siap dipentaskan. Ruang Kreatif Seni Pertunjukan kami hadirkan
kembali di 2026 sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam membangun ekosistem
seni pertunjukan yang lebih kuat, inklusif, dan profesional di Indonesia.”
Hadir sebagai narasumber,
Eko Supriyanto, seorang koreografer dan penari berpengalaman di kancah
nasional dan internasional, membagikan perspektifnya mengenai proses kreatif
dalam seni pertunjukan, mulai dari eksplorasi ide hingga pengembangan artistik.
Menurutnya, karya yang kuat lahir dari riset, pengalaman, dan dialog yang
mendalam dengan lingkungan sosial maupun budaya di sekitar seniman.
Eko
Supriyanto memaparkan, “Proses kreatif dalam seni
pertunjukan selalu berangkat dari pengalaman, riset, dan dialog dalam
lingkungan sekitar. Tradisi juga perlu diposisikan sebagai pengetahuan dan
karya intelektual, sehingga tantangannya adalah bagaimana mengolah nilai lokal
menjadi bahasa artistik yang tetap memiliki spirit budaya yang juga
relevan dengan global.”
Ia juga mendorong para
pelaku seni muda untuk memanfaatkan Ruang Kreatif Seni Pertunjukan sebagai
ruang belajar dan pengembangan diri. Menurutnya, program seperti ini penting
karena membuka kesempatan bagi seniman muda untuk membangun jejaring, berdiskusi,
dan bertemu banyak perspektif baru karena proses kreatif itu tidak tumbuh
sendirian, tetapi berkembang lewat pertemuan dan pertukaran gagasan dengan
banyak orang.
Sementara itu, Chriskevin
Adefrid, seorang praktisi seni pertunjukan, penulis, sutradara, dan
produser BEKARYA, menyoroti pentingnya manajemen produksi dalam mewujudkan
sebuah karya seni pertunjukan. Ia menilai keberhasilan pertunjukan tidak hanya
ditentukan oleh ide kreatif, tetapi juga kesiapan sistem kerja dan kemampuan
seluruh tim untuk berjalan selaras.
“Dalam sebuah
pertunjukan, semua kreator memiliki peran masing-masing dan harus berjalan
selaras agar sebuah ide benar-benar bisa terwujud di atas panggung. Tantangan
yang paling sering terjadi adalah bagaimana menjaga visi tetap berjalan sesuai
parameter produksi, mulai dari waktu, anggaran, hingga kebutuhan teknis. Di
sinilah pentingnya komunikasi dan negosiasi agar visi artistik tetap tercapai
tanpa mengorbankan aspek produksi,” ungkap Chriskevin.
Menurut Chriskevin, Ruang
Kreatif Seni Pertunjukan menjadi kesempatan penting bagi seniman muda untuk
memahami bagaimana sebuah karya tidak berhenti di proposal semata, tetapi
benar-benar diproduksi dan diwujudkan menjadi pertunjukan melalui proses mentoring
dan pembelajaran produksi secara langsung.
Sebagai bagian dari
rangkaian program, Bincang Kreatif Seni Pertunjukan menjadi pintu masuk bagi
para pelaku seni untuk mengenal lebih jauh Ruang Kreatif Seni Pertunjukan
2026, sebuah program yang memberikan kesempatan bagi komunitas seni
pertunjukan untuk mengembangkan karya melalui proses kurasi, workshop, mentoring,
hingga pementasan.
Program ini terbuka bagi
Warga Negara Indonesia berusia 18-35 tahun yang tergabung dalam komunitas
dengan rekam jejak di bidang seni pertunjukan. Peserta dapat mendaftar
hingga 31 Mei 2026 mendatang dengan mengirimkan proposal karya yang memuat
latar belakang, sinopsis, ide dan konsep kreatif, profil tim inti (minimal tiga
orang), portofolio komunitas, timeline rencana produksi selama Agustus -
Oktober 2026, rancangan anggaran maksimal 35 juta rupiah, kontak tim produksi,
serta tautan media sosial komunitas. Peserta juga diperbolehkan mengirimkan
lebih dari satu proposal, di mana 13 proposal terbaik akan mendapatkan
fasilitas dana produksi, workshop, serta mentoring dari para
praktisi seni berpengalaman.
Ruang Kreatif Seni
Pertunjukan 2026 akan berlangsung dalam beberapa tahap seleksi dan
pengembangan, sebagai berikut:
●
Juni 2026:
Seleksi 100 besar, kemudian dilanjut dengan seleksi 25 besar
●
Juni 2026: Workshop
online untuk 25 besar
●
Juli 2026: Pitching
proposal dan penjurian, dan pengumuman 13 proposal terpilih
●
Agustus 2026: Workshop
onsite untuk 13 besar di Jakarta
●
Agustus - November 2026:
Mentoring dan produksi karya
●
November - Desember 2026:
Pentas karya di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta
“Melalui kehadiran
Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Banjarmasin, kami berharap semakin banyak
pelaku seni lokal yang terdorong untuk mengembangkan karya secara lebih
terstruktur dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran daerah dalam peta
ekosistem seni pertunjukan Indonesia,” tutup Billy.
Informasi lebih lanjut
terkait jadwal, pendaftaran, dan perkembangan program dapat ditemukan di situs IndonesiaKaya.com
atau akun Instagram @ruang.seni.pertunjukan. (tim Liputan)
Editor : Aan