33 CJH Sintang Berangkat ke Tanah Suci, Ada yang Menunggu Sejak 2013
KALBARNEWS.CO.ID (SINTANG) — Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sintang, H. Kholiq, mengungkapkan bahwa sebagian Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Sintang yang berangkat pada musim haji Tahun 2026 telah menunggu antrean sejak tahun 2013.
Hal tersebut disampaikan H. Kholiq saat acara pelepasan 33 Calon Jamaah Haji Kabupaten Sintang oleh Wakil Bupati Sintang di Halaman Kantor Bupati Sintang, Jumat (8/5/2026) pagi.
Menurut H. Kholiq, para jamaah yang berangkat tahun ini telah melalui berbagai tahapan panjang sebelum dinyatakan siap menunaikan ibadah haji.
“Mereka sudah melalui proses panjang, mulai dari mendaftar sejak tahun 2013, pemeriksaan kesehatan hingga dinyatakan istithaah, melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), mengikuti bimbingan manasik, hingga akhirnya diberangkatkan tahun ini,” jelas H. Kholiq.
Ia mengapresiasi kesabaran para jamaah yang tetap setia menunggu sesuai aturan dan antrean yang berlaku.
“Waktu menunggu memang sangat lama, tetapi mereka tetap sabar mengikuti aturan dan antrean. Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kekuatan untuk melaksanakan ibadah haji dengan sempurna serta memperoleh haji mabrur dan mabruroh,” ujarnya.
H. Kholiq menjelaskan, sebenarnya Kabupaten Sintang memperoleh kuota sebanyak 38 jamaah pada musim haji tahun ini. Namun, hanya 33 orang yang melunasi biaya keberangkatan.
“Lima jamaah tidak melunasi dengan berbagai alasan, yakni dua orang tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan, dua orang menunda keberangkatan, dan satu orang menunda karena sedang hamil,” terangnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dari kuota lansia sebanyak lima jamaah, hanya dua orang yang dapat melunasi biaya keberangkatan, sementara tiga lainnya telah wafat.
Menurut H. Kholiq, berkurangnya jumlah jamaah asal Sintang dibanding tahun sebelumnya disebabkan adanya perubahan sistem kuota haji nasional.
“Sekarang sistemnya menggunakan kuota provinsi secara proporsional berdasarkan jumlah pendaftar haji, bukan lagi kuota per kabupaten seperti sebelumnya,” jelasnya.
Ia memaparkan, kuota jamaah haji Provinsi Kalimantan Barat tahun ini berjumlah 1.859 jamaah, turun dari tahun sebelumnya sebanyak 2.519 jamaah.
“Kuota tersebut terdiri dari 1.750 jamaah reguler, 93 lansia, sembilan Petugas Haji Daerah (PHD), dan tujuh KBIHU. Kabupaten Sintang sendiri mendapat satu kuota PHD,” katanya.
Dari total jamaah yang berangkat, H. Kholiq merinci asal kecamatan para jamaah, yakni Dedai empat jamaah, Tempunak satu jamaah, Sepauk satu jamaah, Binjai Hulu tiga jamaah, Kelam Permai dua jamaah, Sungai Tebelian tiga jamaah, Kecamatan Sintang 18 jamaah, serta satu jamaah PHD.
Ia juga menyebut jamaah termuda atas nama Dimas Fajar Pranaya yang berusia 25 tahun, sedangkan jamaah tertua adalah Suginem Mijo Martodrono yang berusia 80 tahun.
Lebih lanjut, H. Kholiq menjelaskan bahwa jamaah haji asal Sintang tergabung dalam Kloter 18 BTH bersama jamaah asal Riau dalam kloter Nusantara.
“Jamaah berangkat dari Sintang pada Jumat pagi, menginap satu malam di Asrama Haji Pontianak, kemudian terbang ke Batam pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, jamaah akan terbang ke Jeddah pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 07.25 WIB,” jelasnya.
Ia menambahkan, para jamaah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 20 Juni 2026 pukul 15.35 WIB dan diperkirakan tiba kembali di Sintang pada 22 Juni 2026.
“Kita doakan semoga seluruh jamaah diberikan keselamatan, kelancaran, dan kesehatan selama menjalankan ibadah haji, serta kembali ke tanah air dengan membawa kemabruran dan menjadi pribadi yang membawa kebaikan bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat,” pungkas H. Kholiq. (Tim Liputan)
Editor : Aan