Sinergi di Tengah Efisiensi Bupati Lantik Ketua TP PKK Bunda PAUD, Hingga Ayah Bunda GenRe se-Kapuas Hulu

Editor: Redaksi author photo

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, S.H., M.H, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Hulu Angeline Fremalco, S.H., M.H 

KALBARNEWS.CO.ID (KAPUAS HULU)
- Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, S.H., M.H, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Hulu Angeline Fremalco, S.H., M.H menegaskan pentingnya sinergi, inovasi, dan efisiensi dalam menggerakkan program pemberdayaan masyarakat. 


Penegasan juga disampaikan dalam agenda pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua Pembina Posyandu Kecamatan, pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan, serta Ayah dan Bunda GenRe se-Kabupaten Kapuas Hulu, yang digelar di Putussibau.


Bupati Fransiskus menyebut pelantikan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, PKK, Posyandu, PAUD, dan GenRe berada di garis depan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.


“PKK sebagai mitra pemerintah memiliki spektrum program yang luas, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga sosial. Saya harap seluruh pengurus dapat mengoptimalkan 10 program pokok PKK serta terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Bupati dalam sambutannya.


Ia mengajak seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat, membangun sinergi menghadapi tantangan pembangunan. 


Beberapa isu yang disorot antara lain percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan pangan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi rumah tangga.


“Tanpa kolaborasi, program sehebat apa pun akan sulit berdampak. Kuncinya ada di gerak bersama sampai ke tingkat desa dan dasawisma,” tegas Fransiskus.


Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Hulu Angeline Fremalco, S.H., M.H tak menampik adanya tekanan efisiensi anggaran. Menurut Angeline, kondisi itu terjadi di hampir semua daerah dan berdampak langsung pada pelaksanaan program PKK.


“Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi secara luas, termasuk di Kabupaten Kapuas Hulu, kita menyesuaikan pelaksanaan program-program yang tidak terlalu memakan biaya. 


Sebagian besar kegiatan belum mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat dan masih mengandalkan APBD. TP PKK juga mengalami pengurangan anggaran,” jelasnya.


Meski begitu, Angeline memastikan TP PKK tetap berkomitmen menjalankan program secara optimal. Kuncinya ada pada pendekatan yang lebih efektif, kreatif, dan tepat sasaran. Program prioritas seperti pencegahan stunting lewat Posyandu, penguatan PAUD Holistik Integratif, serta edukasi GenRe untuk remaja tetap berjalan dengan strategi baru.


“Kami dorong kader untuk inovatif. Misalnya integrasi kegiatan, memanfaatkan potensi lokal, dan memperkuat kolaborasi dengan OPD, dunia usaha, serta komunitas,” tambah Angeline.

  

Pelantikan serentak, menempatkan empat pilar pemberdayaan langsung di kecamatan. Ketua TP PKK Kecamatan akan mengorkestrasi 10 program pokok PKK hingga ke desa. Ketua Pembina Posyandu Kecamatan didorong mengawal layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk pemantauan tumbuh kembang balita. 


Bunda PAUD Kecamatan menjadi penggerak pendidikan anak usia dini yang ramah anak. Sementara Ayah dan Bunda GenRe bertugas menjadi teladan dan pembina remaja agar terhindar dari pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan NAPZA.


Bupati Fransiskus berharap struktur yang baru dilantik segera bekerja, memetakan masalah di wilayah masing-masing, dan menyusun langkah konkret. “Jangan menunggu. Mulai dari data, libatkan kader, dan laporkan capaian secara berkala,” pesannya.(Dulhadi)

Share:
Komentar

Berita Terkini