KALBARNEWS.CO.ID (SEKADAU) – Masyarakat Dayak Taman menggelar ritual adat Mudas Buang Pamali Kampong di RT 9 Kampung Ulu Peniti, Dusun Gandis, Desa Tapang Tinggang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Sabtu (25/4/2026).Ritual Mudas Buang Pamali Digelar di Sekadau, Pulihkan Semangat Warga Pasca Insiden Helikopter PK-CFX
Ritual ini dilaksanakan sebagai bentuk tolak bala sekaligus membersihkan kampung dari hal-hal negatif pasca insiden kecelakaan helikopter PK-CFX di Bukit Puntak pada 16 April 2026 lalu. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti antusias oleh masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sekadau Aron, SH, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sekadau yang juga Ketua DAD Kabupaten Sekadau, perwakilan Kapolres, perwakilan Dandim, serta perwakilan Pos SAR Sintang. Turut hadir pula pimpinan PT Citra Mahkota (CMA) KPN Corp, jajaran OPD Kabupaten Sekadau, Camat Nanga Taman beserta staf, unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga warga dari berbagai kampung sekitar.
Bupati Sekadau Aron menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan ritual adat sebagai bagian dari pelestarian kearifan lokal masyarakat.
“Ritual ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat Dayak Taman untuk memulihkan semangat pasca kejadian beberapa waktu lalu. Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan adat seperti ini sebagai bentuk pelestarian budaya,” ujarnya, seraya menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban kecelakaan.
Sementara itu, Camat Nanga Taman Roberthus Robby, S.Sos., M.E., menjelaskan bahwa ritual tersebut juga berkaitan dengan proses evakuasi jenazah korban yang sempat dibawa ke Kampung Ulu Peniti.
“Ritual ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh negatif setelah proses evakuasi jenazah dari lokasi kejadian ke posko di kampung ini. Harapannya, masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau turut menyerahkan piagam penghargaan kepada masyarakat Ulu Peniti, Dusun Gandis, Desa Tapang Tinggang, Kecamatan Nanga Taman. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi aktif warga dalam membantu proses pencarian dan evakuasi korban serta bagian helikopter PK-CFX yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan.
Selain itu, PT Citra Mahkota (CMA) KPN Corp juga menyerahkan bantuan berupa uang kepada masyarakat Desa Tapang Tinggang, khususnya warga RT Ulu Peniti. Bantuan tersebut merupakan bentuk ucapan terima kasih atas semangat gotong royong warga dalam membantu proses evakuasi pasca kecelakaan.
Ritual adat Mudas Buang Pamali Kampong sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Dayak Taman yang dipercaya mampu menetralisir pengaruh buruk serta mengembalikan keseimbangan kehidupan di lingkungan kampung.
Dengan dilaksanakannya ritual ini, masyarakat Kampung Ulu Peniti diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman, nyaman, dan penuh semangat kebersamaan. (Tim Liputan)
Editor : Aan