Pasukan Brimob Polda Kalbar Ikuti Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Pemerintah pusat bersama unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 di Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pontianak Tenggara, mulai pukul 09.05 hingga 10.20 WIB.
Apel dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, dan diikuti sekitar 1.000 peserta dari unsur TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah.
Bertindak sebagai Komandan Apel, Kombes Pol Jamhuri Nurdin, S.T., M.A.P., yang merupakan Penata Kebijakan Kapolri Madya TK 3.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari kementerian/lembaga, di antaranya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, serta perwakilan kementerian lainnya. Hadir pula Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama Forkopimda Kalbar.
Dalam amanatnya, Menkopolkam menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla yang setiap tahun menjadi persoalan serius, khususnya di wilayah rawan seperti Kalimantan Barat.
“Karhutla tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta hubungan antarnegara akibat kabut asap lintas batas,” ujar Djamari Chaniago.
Ia menekankan bahwa penanganan Karhutla harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan mengutamakan langkah pencegahan.
“Penanganan Karhutla harus dilaksanakan secara terpadu, terkoordinasi, dan berkelanjutan, dengan mengedepankan langkah pencegahan sebagai prioritas utama. Deteksi dini, patroli terpadu, serta edukasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan seluruh unsur di lapangan, termasuk kesiapan personel dan sarana prasarana, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.
“Saya mengingatkan agar meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana, serta memperkuat sinergi di lapangan. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan konsisten sebagai efek jera,” lanjutnya.
Menkopolkam juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan Karhutla dengan tidak membuka lahan melalui pembakaran serta segera melaporkan jika ditemukan titik api.
“Peran serta masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan Karhutla,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan bantuan peralatan untuk Satgas Darat Karhutla di wilayah Kalbar senilai Rp2,9 miliar kepada pemerintah daerah, Kodam XII/Tanjungpura, dan Polda Kalbar.
Usai apel, Menkopolkam bersama rombongan meninjau peralatan pendukung penanganan Karhutla dan melaksanakan konferensi pers.
Apel diikuti oleh tiga batalyon pasukan gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta instansi terkait seperti Manggala Agni, BPBD, dan Basarnas.
Pemerintah berharap melalui kesiapsiagaan yang matang dan sinergi lintas sektor, kejadian Karhutla di tahun 2026 dapat ditekan seminimal mungkin.
“Kita semua berharap, melalui kesiapan yang matang dan kerja sama yang solid, kejadian Karhutla tahun 2026 dapat ditekan, sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tutup Menkopolkam.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. (ian)
Editor : Aan