KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Universitas Tanjungpura (Untan). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung berbagai program unggulan kampus, mulai dari Program Asrama Berdampak hingga inovasi pengolahan sampah dan peternakan ayam.Mendikti Saintek Kunjungi Untan, Apresiasi Inovasi Asrama Berdampak hingga Panen Melon Premium
Setibanya di Asrama Berdampak Untan, Menteri Brian Yuliarto didampingi Rektor Untan Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., beserta jajaran Wakil Rektor langsung meninjau fasilitas serta aktivitas mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut. Program ini dinilai mampu mendorong kemandirian mahasiswa sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikti Saintek juga melakukan panen buah melon hasil budidaya hidroponik yang dikembangkan oleh Untan. Ia mengapresiasi inovasi tersebut dan mendorong pengembangannya agar lebih optimal.
“Kita melihat potensi pengembangan melon premium dengan sistem hidroponik ini sangat besar. Lahannya masih luas, sehingga saya berharap ini bisa terus ditingkatkan, tidak hanya untuk pembelajaran, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi universitas.” Ungkap Brian, Jumat (24/4/26).
Usai panen melon, rombongan melanjutkan peninjauan ke fasilitas pengolahan sampah milik Untan. Inovasi ini dinilai menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan sampah, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga berkontribusi bagi Kota Pontianak.
Menteri Brian Yuliarto menegaskan pentingnya pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat jangka panjang.
“Pengolahan sampah yang dilakukan Untan ini sangat baik dan perlu dikembangkan lebih terpadu. Harapannya, tidak hanya menyelesaikan masalah di kampus, tetapi juga menjadi solusi bagi kota, bahkan bisa direplikasi di daerah lain.” terangnya.
Kunjungan dilanjutkan dengan melihat langsung peternakan ayam yang dikelola Untan. Menteri memberikan apresiasi terhadap pengelolaan yang dinilai semakin bersih, tertata, dan produktif.
Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan Untan memiliki nilai strategis, tidak hanya untuk menyelesaikan persoalan kampus, tetapi juga berpotensi menghasilkan keuntungan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pendidikan.
“Saya mengapresiasi langkah Untan yang sudah mampu menata berbagai unit usaha dengan baik. Ini penting karena selain menyelesaikan persoalan di kampus dan kota, juga dapat memberikan keuntungan yang bisa dimanfaatkan untuk beasiswa, pengembangan kampus, dan pendidikan.” lanjut brian.
Sementara itu, Rektor Untan, Prof. Dr. Garuda Wiko menyampaikan bahwa seluruh inovasi yang dikembangkan merupakan bagian dari komitmen Untan dalam mendukung kemandirian kampus serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Program Asrama Berdampak, pengolahan sampah, hingga peternakan ini merupakan ekosistem yang saling terintegrasi. Kami ingin Untan tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat solusi bagi permasalahan daerah, termasuk ketahanan pangan dan lingkungan.”
Ia juga berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat memperkuat pengembangan inovasi yang ada, sehingga dapat menjadi percontohan bagi perguruan tinggi lainnya, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan di Kalimantan Barat.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendorong inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat luas. (tim Liputan)
Editor : Aan