Mahasiswa Diminta Jadi Motor Transisi Energi, DEN Soroti Efisiensi dan Teknologi Karbon

Editor: Redaksi author photo

 Mahasiswa Diminta Jadi Motor Transisi Energi, DEN Soroti Efisiensi dan Teknologi Karbon
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK)  – Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat menggelar Seminar Nasional Energi Terbarukan bertema “Akselerasi Transisi Energi di Kalimantan Barat: Tantangan dan Peluang Investasi” di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (18/4). Kegiatan ini menghadirkan anggota Dewan Energi Nasional, Muhammad Kholid Syeirazi, sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Kholid menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menurunkan emisi sekaligus mendorong transisi menuju energi bersih. Meski demikian, ia mengakui energi fosil masih akan digunakan dalam masa transisi, dengan dukungan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS).

“Teknologi ini memang masih mahal, tetapi ke depan akan semakin ekonomis seiring berkembangnya pasar energi terbarukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada tiga poin penting yang harus menjadi perhatian. Pertama, komitmen penurunan emisi harus berjalan beriringan dengan inovasi teknologi. Kedua, mahasiswa perlu diberi pemahaman mendalam agar menjadi agen perubahan dalam penggunaan energi yang lebih bijak. Ketiga, efisiensi energi harus menjadi indikator utama kemajuan bangsa.

Menurut Kholid, konsumsi energi memang menjadi tolok ukur perkembangan ekonomi, namun yang lebih penting adalah efisiensinya. Negara maju, kata dia, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan konsumsi energi yang lebih terkendali.

“Bagaimana menghasilkan pertumbuhan ekonomi tinggi dengan intensitas energi di bawah satu. Semakin kecil angkanya, berarti ekonomi semakin kompleks dan efisien,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pergeseran struktur ekonomi dari sektor padat karya ke sektor berbasis modal dan jasa seperti keuangan, yang cenderung menghasilkan pertumbuhan tinggi dengan konsumsi energi lebih rendah.

Seminar ini menjadi ruang diskusi strategis bagi akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha untuk mempercepat transisi energi di Kalimantan Barat, sekaligus membuka peluang investasi di sektor energi terbarukan di masa depan. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini