KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Kunjungan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, ke Universitas Tanjungpura dalam rangka monitoring pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT), Jumat (24/4/2026), menjadi momentum penting bagi penguatan inovasi kampus.Limbah Bauksit Disulap Jadi Pupuk, Inovasi Untan Tuai Apresiasi Menteri Saat Kunjungan UTBK
Di sela agenda peninjauan, Menteri menyempatkan diri berdialog langsung dengan para inovator Untan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi terhadap pengembangan pupuk berbasis limbah tambang bauksit sebagai solusi pertanian berkelanjutan.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh Dr. Sulakhudin melalui dua produk unggulan, Bio-Greenfill dan Bio-Silika. Keduanya memanfaatkan residu bauksit (red mud) yang diolah menjadi pupuk ramah lingkungan dan bernilai tambah.
Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara, memperbaiki kualitas tanah, serta meningkatkan ketahanan tanaman, khususnya pada lahan marginal seperti gambut.
Tak hanya mendapat perhatian dari Menteri, inovasi ini sebelumnya juga meraih Juara 1 Best Innovation dalam ajang FertInnovation Challenge 2025 yang diselenggarakan oleh Pupuk Indonesia. Prestasi tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai solusi strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam dialog tersebut, Menteri menyampaikan bahwa inovasi ini mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan limbah industri dan peningkatan produktivitas pertanian.
Ia juga mendorong agar kerja sama dengan Pupuk Indonesia terus diperkuat guna mempercepat proses hilirisasi dan implementasi inovasi secara lebih luas.
Kehadiran inovasi ini menegaskan peran strategis Untan sebagai pusat pengembangan solusi berbasis riset yang berdampak nyata.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri, pupuk berbasis limbah bauksit ini diharapkan dapat menjadi bagian dari transformasi sektor pertanian nasional yang lebih berkelanjutan.