Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau, Tim SAR Dikerahkan

Editor: Redaksi author photo

Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau, Tim SAR Dikerahkan
KALBARNEWS.CO.ID (SEKADAU)  – Sebuah helikopter milik PT National Utility Helicopters (NUH) dengan nomor registrasi PK-CFX dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Sekadau, Kamis (15/4/2026).


Helikopter jenis Bell tersebut diketahui terbang dari Kabupaten Sintang menuju Pontianak sekitar pukul 08.30 WIB. Namun, sekitar pukul 09.00 WIB, saat melintas di wilayah Kecamatan Nanga Taman, komunikasi antara pilot dan Air Traffic Control (ATC) terputus total.


Berdasarkan data radar, posisi terakhir helikopter terpantau berada di kawasan hutan perbukitan di Kecamatan Nanga Taman. Hingga kini, sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) belum terdeteksi secara stabil sehingga menyulitkan penentuan titik jatuh secara pasti.


Informasi dari warga menyebutkan helikopter diduga jatuh di wilayah Desa Tapang Tingang, tepatnya di Dusun Tembiar.


Seorang warga setempat mengaku mendengar suara helikopter berputar-putar di atas area persawahan dengan kondisi cuaca mendung pada pagi hari sebelum akhirnya tidak terdengar lagi.


Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerima laporan resmi pada Jumat (16/4/2026) pagi dari pihak AirNav. 


Berdasarkan informasi tersebut, helikopter dengan rute Melawi–Kubu Raya mengalami lost contact di sekitar wilayah Nanga Taman dengan perkiraan koordinat 00°12'00" LS dan 110°44'00" BT.


Helikopter tersebut membawa total delapan orang, terdiri dari dua kru yakni pilot Capt. Marindra W. dan teknisi Harun Arasyid, serta enam penumpang.


Tim SAR dari Pos Sintang dan Kantor SAR Pontianak langsung dikerahkan menuju lokasi perkiraan kejadian.


Tim membawa peralatan evakuasi, medis, komunikasi, navigasi, serta perangkat pencari arah sinyal untuk mempercepat proses pencarian.


Sejumlah unsur terlibat dalam operasi ini, di antaranya Basarnas, Polres Sintang, Brimob, AirNav, BPBD, pemerintah setempat, serta masyarakat.


Diketahui, sebelum hilang kontak, helikopter tersebut baru saja meninggalkan area perkebunan kelapa sawit di wilayah Menukung dan tengah dalam perjalanan kembali ke Pontianak.


Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung. Kondisi wilayah yang berupa hutan dan perbukitan serta keterbatasan sinyal darurat menjadi tantangan utama dalam upaya menemukan lokasi pasti helikopter.(Al)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini